Sabtu, 07 April 2012

One Bike for One Person


suarapembaruan.com

Menyaksikan tayangan di seluruh TV Nasional melalui jaringan Internet, Isinya “Idem”. Membahas, menganalisa, mengamati, mencermati, mengulas, entah apalagi istilahnya, yang pasti ceritanya tentang isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Demonstrasi menolak kenaikan,  marak dipenjuru Indonesia, mulai dari pedagang sayur, tukang becak, mahasiswa bahkan para pemimpin daerah (wakil walikota Solo, Bupati Bangkalan, hingga Gubernur Jatim)
Kenaikan BBM akhirnya “Ditunda” hingga 6 bulan kedepan, setelah melalui sandiwara perdebatan yang panjang di Istana para (mengaku) wakil rakyat.
Ada hal yang menarik dan juga perlu diawasi. Pemerintah selama ini melalui BPS selalu mengumumkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia hanya 57 juta orang[1], Namun disaat pengajuan dana Bantuan Langsung  Sementara Masyarakat (BLSM) yang mengantikan  Bantuan Lansung Tunai (BLT) untuk penganti kenaikan BBM, jumlahnya melonjak menjadi 74 juta orang[2], berarti ada selisih 17 juta orang miskin yang baru muncul secara ajaib. Inikah orang-orang miskin yang butuh dana untuk ‘’2014’’
Negeri yang aneh…
Memang jika dibandingkan dengan negara-negara lain, harga BBM di Indonesia termasuk murah. Di Malaysia;  Solar Rp4.784/liter, Premium Rp5.066/, Vietnam; Solar Rp7.049/liter, Premium Rp7.759/liter Singapore; Solar Rp8.429/liter, Solar Rp11.560/liter, Thailand Solar Rp7.367/liter, Premium Rp8.777/liter[3]. Bahkan akan nampak sangat murah jika dibandingkan dengan Perancis dimana harga 1 liter BBM berkisar  Solar 1,4- 1,5Euro(Rp 11.000an) dan 1,61 – 1,63 Euro/liter(Rp 12.000an).[4] Namun bukan alasan bagi pemerintah untuk menghalalkan kebijakan “tak popular” tersebut. Penghematan konsumsi BBM oleh rakyat sebenarnya dapat dilakukan tanpa harus menyengsarakan rakyat, misalnya dengan memperbaiki pelayanan transportasi umum, Mengalakkan sumber energy alternative, seperti; Matahari, Air dan Angin. Memang biayanya akan sangat mahal sekali jika hanya dilakukan secara seporadis (sendiri-sendiri) namun jika dilakukan secara masal, niscaya akan sangat terjangkau.
Hai-online.com
Yang cukup menarik adalah, komentar salah seorang teman (Ika Widi) yang memberikan comment di social media (facebook) isinya; ‘’ Hoy para demonstran lebih baik kalian juga menyerukan aksi “one person one bike” untuk para petinggi kita di gedung hijau sana sebagai subsidi Jikalau mereka memutuskan untuk menaikkan harga BBM, Negara harus menyiapkan 1 buah sepeda gratis..tek perlu bagus yang penting layak guna per kepala dan memberlakukan hukum untuk haram berkendaraan pada jam-jam kantor. Hayoo berani ngak tuch pejabat subsidi bike untuk rakyat

Idenya…saya acungi 2 jempol..Saya Ingat dulu hingga akhir tahun 80an kota Yogyakarta selain menjadi kota Pelajar juga terkenal dengan kota Sepeda, namun sekarang berubah menjadi kota sepedamotor,  Ironi memang pemerintah sama sekali membiarkan rakyatnya menjadi para para "konsumer" kelas kakap yang berbanding terbalik dengan penghasilan mereka. (bersambung...)


[1] http://sosbud.kompasiana.com/2012/01/04/refleksi-akhir-tahun-2011-umat-masih-menderita-karena-kapitalisme-hanya-syariah-dan-khilafah-solusinya/
[2] http://issuu.com/swarakita/docs/sk02032012
[3] http://economy.okezone.com/read/2012/03/24/19/598968/bbm-indonesia-paling-murah-se-asia
[4] http://about-france.com/travel.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar