Selasa, 10 April 2012

3 in 1 (Three "Activities" in One Day)


31 Maret 2012
 
Hmm hari ini cukup melelahkan……tapi juga cukup menyenangkan. Tiga aktivitas langsung  kuikuti di kota Angers, apalagi awal musim semi ini matahari bersinar sepanjang hari dan langit yang cerah..Mulai dari Pique-nique di lac du Maine, bersama sebagian besar mahasiswa M2 ITBS-Anglophophone, Menyaksikan Carnaval les Printemps dan Menonton penampilan Les Arthurs “La Bombe”.

Pique-nique di Lac (danau)  du Maine
Fan Xinqiao salah seorang mahasiswi M2 dari  Zhejiang-Gongshang-University-China, akan pulang terlebih dulu waluapun baru ½ semester (sisanya akan ia selesaikan di kampusnya). Untuk itu ia mengundang seluruh mahasiswa M2 untuk Pique-nique di Lac du Maine, (sebuah danau yang berjarak hanya ± 4km dari pusat kota dan luasnya areanya 90HA),[1] luas kan ???, dan bukan itu saja, fasilitasnya sangat lengkap sekali untuk aktivitas nautica seperti : kayak/cano, berselancar air, juga untuk olah raga jogging, bersepeda dan  tempat rekreasi/pique-nique) menjadi salah satu  City Park utama bagi penduduk kota Angers
http://media.paperblog.fr
Pertemuan diputuskan jam 13h00 di Centre Nautique. Namun sampai 1 jam dari waktu yang ditentukan baru lima orang yang nampak batang hidungnya 3 orang Indonesia( Aku, Bayu, Echi), 1 orang Vietnam (…) dan 1 orang Jerman (Maura Dreher). Nampaknya kebiasaan  terlambat  bukan hanya menjadi domain orang Indonesia saja, tapi uga hampir semua orang asia, ha..ha..ha..
Tak lama muncullah Clint  (china) dan teman-temannya…. Kami putuskan untuk pindah ke tempat yang lebih nyaman dan pemandangan yang lebih menarik di Accueil Lac du Maine.  Yup ternyata tempat ini menjadi pavorit banyak orang, sudah banyak kelompok lain yang “berjemur” menikmati sinar matahari hari ini. Sebagian besar dari mereka dalah ana-anak muda, beberapa diantaranya kami kenal sebagai mahasiswa Universite d’Angers juga. Bahkan ada group besar mahasiswa yang berasal dari berbagai negara penerima beasiswa ERASMUS program, mereka mengundang kami untuk bergabung bersama, namun kami sampaikan kalau kami bukanlah penerima ERASMUS.
Group ERASMUS Picture by Rose B.
Setelah menunggu hampir 2 jam dari waktu yang dijanjikan, barulah muncul Fan Xinqiao, sang punya acara bersama Rose Buctuan (Philipine) Peri (China) Olesya  Buchavera dan Natalia Volovod (Rusia).
Laparrrr…jerit beberapa orang, benar sangat terasa lapar selain sudah jam 14h00, angin dingin juga menambah rasa lapar menjadi-jadi. Serempak semua mengeluarkan bekal makanan dan minuman masing-masing, wowww…. Banyak sekali macamnya mulai dari Dumpling a’la China,  Mozzarella Tomato Salad a’la Jerman hingga Sousicion a’la Rusia, yang lain rata-rata membawa biscuit atau roti-roti, aku sendiri hanya membawa Crackers & Cider.
Makan-makan Picture by Rose B
Seru juga acara makan bersama ini, apalagi suasana dan pemandangan yang cukup menarik…permainan kartu meramaikan acara, Aku dan Oleysa menjadi orang yang terakhir menyelesaikan  game yang cukup menarik ini.
Card Games Picture by Rose B
Sabri dan Alce, yang baru datang dengan membawa “amunisi” (makanan) tambahan….Semakin lama, semakin ramai, Oleysa, Fan Xinqiao dan Sabrie bergantian menyanyikan lagu-lagu popular dari masing-masing negara, semakin seru diiringi dengan “jrang-jreng’ gitar mini yang dimainkan oleh Sabrie.
Photo Bersama Picture by Rose B
Aku, Sabrie, Clint dan temannya sempat bermain bola di Pantai pasir tepi danau…alamak napasku hampir putus….capek!!!!
Jam 15h30, aku pamit lebih awal karena tak ingin melewatkan Carnaval Les Printemps yang tadi pengumumannya sempat aku lihat di banyak terpampang di pemberhentian bus. Tapi tak mudah untuk mendapatkan bus kembali ke kota, karena banyak bus yang berubah rute sehingga waktu tunggu lebih lama..

Les Printemps Carnaval[2]
Parade Les Printemps, Picture by Reasha
Setiap tahun para ‘Angervin’’ (sebutan untuk penduduk kota Angers) merayakan kedatangan musim semi dengan melakukan carnaval les printemps yang dipusatkan di jalan-jalan utama kota Angers…..
Parade Mobil Tua, Picture by Reasha
Parade Drum Band, Picture by Reasha
Sayangnya saat aku sampai di pusat kota, parade keliling sudah berakhir, tapi masih bisa menikmati  (sisa) penampilan dari para peserta carnaval di Quai Ligny. Disini aku menyaksikan tarian/dansa a’la angervin dengan music khas yang diikuti oleh puluhan pasangan tua-muda. Aku juga melihat Badut-badut raksasa yang digerakkan layaknya seperti wayang sebagai maskot carnaval ini yang diiringi tarian « ansamble » yang di Chorégraphié oleh Centre national de danse contemporaine (CNDC) dan para murid-murid SMP yang menggunakan pakaian hitam-kuning, layaknya bunga matahari, cukup menarik !!!
Badut-Badut Picure by Reasha



Badut-badut, Picture by Reasha
Tapi yang paling menarik adalah penampilan dari para Cook/chef yang menampilkan permainan music dengan menggunakan berbagai alat masak dan diakhiri dengan (SUPRISE !!!) membagikan « Apple Strudle avec Cranberry Sauce » yang yummmy…. Ke seluruh penonton, C’est superb..
Chef/Cook bermusic, Picture by Reasha
Chef/Cook bermusic, Picture by Reasha
Matahari masih bersinar terang, tapi jam di tangan sudah menunjukkan 18h00, Bergegas aku menuju tram station Railement, tapi kusempatkan mampir ke beberapa toko buku untuk mencari buku referensi bahan revisi proposal desertasiku.

Les Arthur « La Bombe »[3]
Jam 18h45 aku sampai di Résident Einstein, setelah terkena sinar matahari seharian penuh, rasa terbakar dimukaku baru terasa. Apalagi malam ini temperatur turun drastis mencapai 5’C ditambah dengan angin yang bertiup deras dan dingin. Kulihat mukaku di kaca lift seperti Udang rebus.
Sambil menunggu suhu tubuh turun sebelum mandi, aku sempat BBM (Black Berry Messenger) ke bu Irma (DDIP Unud) yang tadi tidak tampak hadir di Lac de Maine, karena sakit. BBMku dijawabnya dengan penawaran untuk menggunakan tiket menonton komedi show ”Les Arthurs – La Bombe” di Theater de la Comédie. Karena dia tak mungkin datang dengan kondisi badan yang belum fit. Kuterima tawaran tersebut dengan catatan akan kubeli tiketnya dengan harga special (no gratuite) tapi ia memaksa untuk memberikan secara gratis…Okelah…nothing to loose.
Ticket La Bombe
Waktu pertunjukan adalah 20h30, berarti aku punya waktu 1 jam untuk madi dan bersiap-siap ke Centre Ville lagi.
Uppps…mukaku masih terasa perih setelah mandi. Pipiku nampak merah terbakar, cream pelembab yang tadi kuoleskan agak mengurangi rasa perihnya. Angin malam mini  sangat menusuk tulang. Turun dari Tram di Raillement aku langsung menuju Théâtre de la Comédie yang hanya beberapa ratus meter di belakang La Théâtre Restaurant yang terkenal di Angers.
Antrian sudah panjang saat aku tiba didepan théâtre, kulihat Echi dan Maura juga mengantri, mereka memanggilku untuk bergabung dengan antrian mereka. Ternyata ada 5 orang mahasiswa M2 yang juga menyaksikan penampilan ini  (Echi, Maura, Olesya, Itha dan Yusni).

Théâtre kecil yang berkapasitas 40-50 kursi ini terisi penuh, sebagian besar pengunjungnya berusia 30-60 tahun, hanya nampak beberapa anak muda. Terus terang selama pertunjukkan otakku harus bekerja keras untuk bisa menyimak “Sandiwara” ini. Penonton dikiri-kananku tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan dialog-dialog dari para pemain di panggung. Aku mengerti hanya sedikit sekali  bahasa maupun istilah-istilah yang mereka gunakan . Aku membayangkan, mungkin begini rasanya kalau orang « bule »/asing disuruh menyaksikan acara  “Overa Van Java” atau “Bukan 4 Mata”. Aku terlihat seperti orang begong mencoba mengartikan maksud dan jalan cerita darai para pemain théâtre ini. He..he.. ternyata bukan aku saja, ke 5 orang teman M2 juga « setali 3 uang » denganku…
Tapi lumayanlah buat menambah koleksi dan cerita pengalaman di negeri yang (katanya) kaya akan seni nya..
Pertunjukkan selama 2 jam ini berakhir 22h00. Mataku terasa berat sekali “Ngatuk”. Keluar dari Theathre Itha, Oleysa dan Yusni langsung menuju “James Joy” Bar (untuk kembali berkumpul dengan teman-teman yang tadi berkumpul di Lac de Maine) kecuali aku, Maura dan Echi yang memutuskan untuk langsung pulang…..Tidurrrrrrrrr…



[2] http://angers.leboost.com/actualite/2012/02/les-20-ans-du-carnaval-d-angers-20.html
[3] http://www.lesarthurs-theatre.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar