Sabtu, 17 Maret 2012

"Sleeping Beauty Castle" - Loire, Sungai 101 Kastil (Chateau) Part II


wdwparksgal.deviantart.com
Setelah menikmati wine khas kota Tours, malam itu aku dan bayu melanjutkan ngobrol di sebuah bar masih di kawasan Place Plumereau, hanya sekedar untuk menikmati beer ringan khas Perancis, bersama kami ikut Rose (Philiphine) dan Perry (China). Jam 12.00 malam kami putuskan untuk pulang, karena tour panjang akan kami jalani besok…perlu tidur nyenyak malam ini.
Setibanya di kamar Hostel, aku masih sempat ngobrol dengan Vasili, mahasiswa L3 yang berasal dari Rusia. Tak terasa kami ngobrol sampai tengah malam… ternyata wawasannya cukup luas juga, jauh dari stereotype negative  tentang orang Rusia, yang selama ini diciptakan oleh Amerika melalui product-product “Hollywood” nya.
Jam 06.00 pagi, Bagun tidur arrghhhh….cukup segar rasanya, apalagi malam tadi udara tidak terlalu dingin…Segera panggilan alam itu datang, segera aku menuju toilet umum, sekaligus kusiapkan peralatan mandiku. Jam 07.30 selesai mandi, kulihat pak Sabri dan Bayu juga telah siap untuk menikmati sarapan pagi….Selesai sarapan pagi, kami semua berkumpul di lobby hostel untuk melanjutkan kegiatan tour hari ini.

City Tour kota “Tours”
Cathedral St.Gatien
Pagi ini activitas tour dimulai dengan melakukan mengelilingi  tour kota “Tours”. Dimulai dari mengunjungi Château de Tours, Château yang bangunannya tak semegah château-château lainnya, karena yang tertinggal hanyalah ¼ dari bangunan aslinya, château ini di bangun di abad ke 11
Chateau de Tours mencerminkan hasil kerja arsitektur dari masa Carolingian. Pada tahun 886, Abbot Hugh mulai membangun bangunan sebagai tempat tinggal Baron pertama. Pada saat itu, itu sebagian besar terbuat dari kayu. Tidak sampai pertengahan abad kesebelas muncullah sebuah rumah batu besar dan kuat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Henri Galinié antara tahun 1974 - 1979, menunjukkan bahwa bagunan chateau ini merupakan hasil dari aneksasi Touraine, tahun 1044, dengan nama Mansion d’Anjou. Saat itu, dua menara bulat (menara Guise) di chateau ini  pernah dijadikan sebagai penjara bagi Jeune Duc (duke muda) di tahun 1591[1]
Cathedral St.Gatien
Selesai mengunjungi Chateu de Tours, perjalanan dilanjutkan mengunjungi Cathedral St.Gatien. Katedral pertama dari St.Maurice dibangun oleh Litorius (Lidoire), Uskup Tours dari 337-371 (sebelumnya St Martin). Namun terbakar di tahun 561, kemudian direstorasi oleh Gregorius de Tours dan mendedikasikan di tahun 590. Lokasinya, di sudut barat daya Castrum, yang menghadap ke arah timur, (konfigurasi yang sangat jarang ditemui).
Cathedral ini kemudian mengalami beberapa kali perombakan  pada kuartal kedua abad ke-12, dan terbakar kembali di tahun 1166,  saat perang antara Louis VII dari Perancis dan Henry II dari Inggris.

Bagunan cathedral yang ada sekarang ini menggantikan bangunan abad ke-13 bergaya Romawi. Tahap pertama pembangunan awal 1170 dimulai dari pembangunan dari transept selatan dan menara-menaranya. Mimbar dibangun kembali 1236-1279 oleh Etienne de Mortagne. Arsitek Simon du Mans mulai membangun kembali transept dan nave, Termasuk enam bentang, lorong dan kapel, pembangunan dilakukan selama abad ke-14   yang melanjutkan bangunan pertama dari katedral Romawi tua yang telah terlebih dulu memiliki dua rentang. Nave selesai diabad ke 15 oleh architect Jean Dammartin, Jean Papin dan Jean Durand, berkat dukungan King Charles VII dan Duke of Brittany Jean V.
Interior gaya Gothic
Sambil membangun cathedral ini, pembangunan menara pertama setinggi 87 m dilakukan pada tahun 1507 oleh Pierre de Valence, dan menara kedua dari tahun 1534 - 1547 oleh Peter Gadier.
Bangunan gereja yang pembangunnya membutuhkan waktu sangat panjang ini  akhirnya di tahun 1356, berubah nama menjadi cathedral St.Gatien. Cathedral ini menampilkan  pola yang kompleks dari berbagai kepercayaan Perancis dengan gaya arsitektur abad ke-13 hingga ke-15. Seperti, penopang menara dengan gaya roman, namun ornamennya  Gothic, dan puncak-puncak menara dengan gaya Renaissance (awal abad ke-16).[2]
Cukup lama berkunjung ke cathedral yang sangat megah ini, saat kunjungan pertamaku ke Tours yang lalu aku hanya menyaksikan nampak luarnya saja, kali ini bersama dengan teman-teman, kami mengunjungi seluruh bagian cathedtral termasuk kamar-kamar para cardinal dan melihat berbagai literature-literature yang ditulis pada abad ke 16. Puas berkeliling dan mengambil photo dari berbagai sudut bagunan, perjalanan dilanjutkan dengan mengikuti jejak kota tua Tours, sampai ke arah timur (Basilique St.Martin)
Basilque St.Martin
Wuih capek juga mengikuti city tour ini,  Jam 12.00 kami dipersilakan untuk beristirahat sekaligus mencari makan siang. Kami ber-empat (aku, Bayu, Rosa dan Perry) memutuskan untuk mencari makanan yang berbau asia, dengan “Nasi” tentunya. Akhirnya kami menemukan restaurant Vietnam di dekan La Gare Tours, ehmmm enak juga makanannya, yang kurang cuma “porsinya” terlalu sedikit.. (bawaan lapar).

Château d’Azay-le-Rideau
Depan Chateau d'Azay-le Rideau
Jam 14.00 kami kembali berkumpul di depan Chateau de Tours untuk melanjutkan perjalanan menuju Château d’Azay-le-Rideau, 
Château d’Azay-le-Rideau ini dibangun pada tahun  1515 - 1527, salah satu Château pertama yang  beraliran Renaissance di  Perancis. Dibangun diatas pulau kecil pada aliran sungai Indre.
Chateau diatas Sungai Indre
Château dengan 5 lantai ini berdiri megah diatas kolam air yang dikelilingi taman hijau luas, jika dibandingkan dengan château-château lainnya, château ini termasuk  kecil yang ukuran namun detail dari bangunannya cukup cantik….bagus & romantic sekali untuk mereka yang sedang honneymoon ( yeah bebe we’ll be going there…..) Satu setengah jam rasanya rasanya tak cukup menikmati keindahan dari chaetau ini..

Chateau de Villandry
Wah sudah sore juga ya…jam 15.50, kami meninggalkan Chateau d’Azay-le-Rideau, untuk menuju salah satu kastil yang selama ini menjadi incaran banyak orang, termasuk diriku.  Kalau di Indonesia aku pernah melihat miniatur taman Perancis (dikota Bunga Nusantara-Cianjur) maka kali ini aku akan melihat « Master-piece » France Garden Sesungguhnya. Château de Villandry yang sangat terkenal akan keindahan Taman kebunnya hanya 15km barat kota Tours[3]. Château ini menjadi Château no 3 yang paling banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Perancis, setelah Château de Versaille dan Château de Chambord.
Menikmati pemandangan Taman Kebun Villandry
Chateau de Villandry sendiri selesai dibangun pada tahun 1536, oleh Jean le Breton, salah seorang menteri keuangan King François I. Le Breton juga merangkap duta besar untuk Italia, dimana ia menghabiskan banyak waktu untuk belajar tentang berkebun gaya Renaissance Italia. Setiap orang yang pernah  Florence akan segera mengenalinya bahwa sangat mempengaruhi tatanan Chateau de Villandry.
Le Breton merubah banyak kastil tua yang ia tinggali ini, dengan hanya meninggalkan menara tua yang masih seperti aslinya,  Di tanggal 4 Juli 1189, Paix des Colombiers ditanda tangani disini, dimana King Henry II dari  Inggris mengakui kemenangan  by King Philippe Auguste dari Perancis.
Yiipy senangnya
Villandry tetap menjadi milik keluarga Le Breton sampai 1754, setelah itu berpindah tangan ke Marquis de Castellane, seorang duta besar yang sangat berkuasa dari keluarga ningrat di  Provence. Dia menambah bangunan-bangunan indah lain diluar Chateau dan mendisain ulang  interior sehingga kenyamanannya sesuai dengan standard abad ke 18.

Villandry sempat dilupakan, namun ditahun 1906, Dr.Joachim Carvallo yang lahir di Spanyol (Kakek buyut dari pemilik sekarang). Menghabiskan banyak waktunya untuk merestorasi keindahan taman kebun Villandy yang pernah terkenal beberapa abad yang lalu, dialah sang arsitek dari taman kebun yang kita lihat sekarang, yang memadukan keindahan arsiteur bangunan Chateau dan Taman kebunnya dalam spirit  Renaissance.
Walaupun  potager penuh dengan symbol. Kebun sayur asli dari era medieval, yang ditanam langsung oleh para biarawan/wati untuk memenuhi kebutuhan dapur dan juga  bunga-bunga untuk keindahan altar di biara-biara sekitar chateau[4].
Untuk menikmati keindahan taman kebun ini kami harus naik ke pungung bukit yang letaknya disamping Chateau. Sangat kagum sekali aku melihat pemandangan taman kebun ini, (walaupun kami datang masih di akhir musim dingin, namun pohon-pohon dan bunga-bunga sudah mulai mengeluarkan putiknya) sangat detail dan simetris sekali. Taman kebun yang paling menarik adalah Taman cinta dengan 4 tema gambar:
  •  L'amour tendre symbolisé par des cœurs séparés de petites flammes.
  •  L'amour passionné avec des cœurs brisés par la passion, gravés dans un mouvement rappelant la danse.
  • L'amour volage avec 4 éventails dans les angles pour représenter la légèreté des sentiments.
  • L'amour tragique avec lames de poignards et glaives pour représenter la rivalité amoureuse.[5]
(Artinya ????? cari di google ya…ha..ha..)
L'amour Jardin
Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi saat ke Perancis !!! lebih bagus kalau datang dimusim semi atau musim panas ‘’ it’s so wonderful and colourful’’  (kalau aku pikir tempat ini lebih romantis dibanding pacaran dibawah menara Eiffel.)
Sudah tak nampak Matahari, yang ada hanyalah sisa sinarnya yang masih cukup terang saat kami meninggalkan Château de Vilandry, untuk melanjutkan ke ‘’Sleeping Beauty Castle ‘’ Château d’Usse.

Château d’Usse.
Jika anda pengemar film-film Animasi produksi Hollywood atau yang pernah mengunjungi Disneyland Park pasti akan tahu bentuk dari Istana Cinderella, yang selalu diidam-idamkan para perempuan (begitu juga ke-2 Princessku (Aulia & Audy). Ya inilah The Sleeping Bauty Castle, sesungguhnya Château d’Usse. 
Chateau d'Usse

Château d'Usse terletak di daerah Rigny-Usse masih termasuk dalam département Indre-et-Loire, Perancis. Chateau ini terletek di tepi hutan Chinon menghadap Lembah Indre. Didirikan pada abad ke-11 oleh bangsawan Norman dari Usse, Gueldin de Saumur, Bagunan yang pada awalnya hanya dikelilingi benteng dengan pagar kayu di teras tinggi. Kemudian dibangun lebih megah dengan konstruksi batu oleh Comte de Blois.
Pada abad ke-15, reruntuhan Chateau d’Usse (Setelah perang) dibeli oleh Jean V de Bueil, seorang  Jenderal  pada masa King Charles VII yang menjadi bangsawan dari Usse di  tahun 1456 dan mulai membangun kembali chateau ini di tahun 1460s untuk putranya Antoine; Saat  Antoine de Bueil menikah dengan Jeanne de Valois, putri kandung King Charles VII dan Agnès Sorel, dengan  mahar 40000 ECU emas ditahun 1462. Antoine terlilit banyak hutang dan di tahun 1485, menjual château ini kepada Jacques d'Espinay, putra seorang bendahara Duke of Brittany; Espinay membangun sebuah kapel, yang diselesaikan oleh putranya, Charles pada tahun 1538, dimana gaya Gothic Flamboyant dicampur dengan motif Renaissance baru, dan kembali memulai proses pembangunan Chateau.
Sleeping Beauty Castle (Chateau d'Usse)
Pada abad ke-17, Louis I de Valentinay, pengawas keuangan rumah tangga kerajaan, merombak berbagai bangunan bagian  utara agar kelurga raja dapat menikmati pemandangan yang indah  Parterre dari atas teras, untuk mendisainnya ia memerintahkan André Le Notre. Seorang penulis terkenal kala itu, Charles Perrault yang sering mengunjungi Chateau ini kemudian menulis kisah  "Sleeping Beauty".
Pada 1807 Chateau d'Usse dibeli oleh duc de Duras, kemudian berpindah kebanyak pemilik hingga tahun 1885, Comtesse de la Rochejaquelein mewariskan  chateau d’Usse kepada  cucu-kemenakannya,  comte de Blacas. Hingga saat ini chateau  masih milik keturunan nya.
Karena terkenal dengan keindahan bentukknya,  Gambar chateau d’Usse pernah menjadi iklan/poster kereta api Perancis yang dikeluarkan oleh de Chemin de Fer à Paris Orléans pada tahun 1920an dan menjadi inspirasi Istana-istana cantik pada film-film produksi Walt Disney.[6]
Photo bersama depan ''Sleeping Beauty Castle"
Sayang waktu kami tiba disana waktu sudah menunjukkan pukul 18.15, jadi sudah tidak bisa masuk kedalam Chateau, namun tak jadi masalah teman-teman guide (dari L3 Travel Management ESTHUA) mengajak kami untuk menikmati keindahan sekaligus mengambil photo Chateau d’Usse dari seberang sungai Indre yang tepat berada depan Chateau sekaligus berphoto bersama (Narsis.com)…..Hanya 20 menit kami berada di ‘’Sleeping Beauty Castle’’ ini..
Lapar…Capek….Ngantuk…setelah sehari penuh berjalan, baru sekarang terasa….

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir - Chinon
Centrale Nuclear a Chinon
Dalam perjalanan pulang menuju Angers, kami sempat melewati salah satu PLTN  (Pembakit Listrik Tenaga ‘’NUKLIR’’) terbesar di Perancis, PLTN-Chinon yang hanya beberapa ratus meter dari pinggir sungai Loire. Besar sekali fasilitas reactor nuklir tersebut, dan sangat mudah dilihat karena tidak ada pagar penutup reactor tersebut dan berada di pinggir jalan utama atara Chinon-Saumur. Kalau tidak salah hitung ada 3 Bagunan Bulat Besar yang mengeluarkan air dari seluruh sisinya (sebagai pendingin reactor) seperti Patung Air mancur Raksasa. Asal tahu saja di Perancis menjadi pengkonsumsi tertinggi energy yang berasal dari  “Nuklir” (78,8%) didunia yang berasal  59 PLTN[7].
Tak terbayang jika kejadian yang menimpa Chernobyl-Rusia dan Fukusima-Jepang terjadi disini….(semoga tak akan pernah terjadi..Amin).
Jam 20.50 malam kami tiba di Angers, Lumayan banyak pengalaman yang didapat selama perjalanan 2 hari 1 Malam ini, Grand Merci pour nouvelle mes amis de L3 Loisir – ESTHUA de Saumur..


[1] http://www.evene.fr/culture/lieux/chateau-de-tours-2127.php
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Cathedrale_Saint-Gatien_de_Tours
[3] http://fr.wikipedia.org/wiki/Chateau_de_Villandry
[4] http://www.frenchgardening.com
[5] http://fr.wikipedia.org/wiki/Chateau_de_Villandry
[6] http://en.wikipedia.org/wiki/Chateau_d’Usse
[7] http://fr.wikipedia.org/wiki/France

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar