Sabtu, 12 Mei 2012

Seminar International “Recontre entre scientifiques et professionels EQUI-MEETING Tourisme”



Pagi ini aku harus bangun lebih awal lagi, karena harus menghadiri seminar International  tentang wisata berkuda “Recontre entre scientifiques et proffessionels EQUI-MEETING Tourisme” di kota Saumur, 50km selatan dari kota Angers.

Untuk menghemat biaya, aku memilih untuk menggunakan covoiturage[1].  Francoise , driver covoiturage, menjanjikan tumpangan hari ini jam 08.00 di halte bus Marrienne. (Sehari sebelumnya ia telah menunjukkan peta lokasi pertemuan) jam 06.30 aku sudah keluar dari Studioku di Residence Einstein…1,5 jam lebih dari cukup untuk mencapai Halte bus Marienne. Setelah turun dari tram di La Fayatte dan berpindah dengan bus no 8  ke arah Pont de Ce.
Jam 07.50 aku sudah sampai di halte tersebut, namun sampai jam 08.30 Francoise belum muncul juga…huhh (wah…baru kali ini aku bertemu orang Perancis yang tidak komit dengan janjinya). Aku segera putuskan untuk ke La Gare St.Laud Angers, agar tetap bisa hadir di seminar tersebut. Namun kereta regional TER (Transport Express Régional) tujuan Saumur baru ada 1h30 jam lagi (09.33). Aku kembali ke studioku untuk mengambil sepeda. Karena semalam saat kulihat lokasi seminar, ternyata bukanlah di ESTHUA Universite d’Angers – Saumur yang berada di pusat kota, melainkkan di Ecole Nationale d’Equitarian (ENE). Sebuah sekolah berkuda nasional yang berada di pinggiran kota Saumur. Agar saat tiba di kota Saumur nanti aku tak perlu menunggu bus atau taxi…Iriiit!!! Apalagi aku harus pulang-pergi dengan TER yang biayanya 2x lipat jika dengan Covoiturage.

Pemandangan Alam dan Kuda-kuda
Jam 09.33 TER bergerak menuju Saumur, hanya butuh 0h45 menit, aku sudah tiba di La Gare Saumur. Bergegas aku menuju ENE, tak susah mencarinya, apalagi papan petunjuk arahnya jelas sekali. Ternyata jauh juga..±3,5km. Apalagi jalannya menanjak. Tapi lelahku terobati saat melihat pemandangan  ladang gandum yang terbentang luas seperti karpet hijau. Dari kejauhan terlihat gedung besar ENE, lengkap dengan kuda-kudanya di tanah lapang.
Pose depan "Cadre Noir"

Saat memasuki komplek ENE, aku sudah terlambat 1 jam. Tapi tadi Sylvine (panitia seminar) via sms sudah menyatakan tak masalah datang terlambat.. ENE adalah Sekolah Penunggang Kuda Nasional, yang berdiri sejak tahun 1972. Di bawah pengawasan Kementrian Kesehatan, Pemuda dan Olahraga, dan bekerja sama dengan Federasi Berkuda Perancis, Juga berbagai penelitian dan pengembangan berkuda Lulusan  dan hasil penelitian dari Sekolah ini banyak digunakan oleh  Departemen Pertahanan dan Pertanian
Pada awalnya sekolah ini merupakan bagian dari sekolah berkuda militer, yang kemudian menjadi sekolah berkuda Nasional,  les Ecuyers du Cadre Noir de Saumur. Di sekolah ini dilakukan berbagai program pendidikan bagi para penunggang kuda professional, dengan  para instruktur yang sangat berpengalaman.
“Is the Centre of Excellence for French Equitation (Pôle France) and Young Riders (Pôle Espoir)[2]
Disini juga dilatih Kuda-kuda pacuan berkualitas tinggi, begitu juga dengan penunggangnya yang dilatih secara khusus dalam kompetisi, dengan berbagai fasilitas modern.
Souvenir
Ruangan besar untuk seminar, sebenarnya adalah Equidromme yang biasa dipakai untuk perlombaan ketangkasan berkuda. yang sedemikian rupa, sehingga Nampak elegant, walaupun dengan ornament sederhana, namun memenuhi standard tempat International Conference.
Equi Droom
Saat memasuki ruangan, aku langsung disambut Sylvine, How are you? Are you use your bycle?..it’s great!!! Beruntun pertanyaan yang dia ajukan. Aku hanya menjawab singkat “Yes, I’m fine” sambil menyeka sisa keringat di keningku.
Baru pembicara kedua. Ternyata acara ini telat 15 menit, jadi walaupun aku terlambat 1 jam (dari jadwal), aku hanya tertinggal 1 pembicara.
 
Para pembicara dari berbagai Universitas terkenal
Pembicara-pembicara yang berasal dari berbagai unversitas terkenal di dunia, dengan latar belakang Tourism, khususnya Equi-Tourism (Pariwisata Berkuda). Terus terang  ini adalah seminar International pertamaku selama di Perancis. Luar biasa…pembicara-pembicara yang hadir memberikan informasi tentang perkembangan dan hasil-hasil penelitian mereka tentang pariwisata berkuda, dan yang paling menarik sebagian besar mengungkapkan bahwa equi-tourim selalu harus mengutamakan CBT (Community Base Tourism) sehingga berefek ekonomi langsung bagi  sekitar.
Melatih kuda tunggangan
Equi-Tourism sebagai bagian dari Eco-Tourism sendiri sebenarnya secara tidak sadar sudah dimulai bertahun-tahun bahkan mungkin berabad-abad yang lampau saat para bangsawan kerajaan di Indonesia, menggunakan kuda sebagai moda transportasi untuk plesiran. Namun sampai saat ini belum ada yang mengelolahnya secara professional serta yang meneliti secara serius. ‘’Kesempatan’’ nich..buat presentasiku di Equi-meeting berikutnya…..(semoga !!)
Saat coffee break, aku sempat mengajukan pertanyaan kepada Mr C.Le Sourd  dari TO du Cavalier du Monde salah satu TO (Travel Organizer) yang mengelolah Equi-Tourism di hampir  15 negara. Apakah anda tertarik untuk mengembangkan Equi-Tourism di Indonesia?? Tanyaku. Ya tentu saja, Negara anda sangat menarik dan tidak ada kendala cuaca disana, tapi apakah pemerintah anda, mendukung program ini? Tanyanya balik. Tentu!! jawabku (walaupun aku tak yakin 100%) 
Melatih kuda tunggangan
Tiba-tiba seorang pembicara yang tadi menjadi pembicara ke-2 tentang perkembangan Equi-Tourism di Inggris, ia  menyapaku dengan ‘’Mas dari Indonesia, ya??” Antara sadar, kaget aku, ada orang Inggris menyapaku dengan bahasa Indonesia “Medok Jawa”. Refleks ku jawab “iya bu…”
Schedule & name tag
Akhirnya kuketahui bahwa Mrs.Janet Cochrane MSc.PhD, adalah seorang peneliti senior di Leeds Metropolitan University yang sudah lama tinggal di Indonesia. Pertama kali ia ke Indonesia tahun 1979. Hampir seluruh wilayah Indonesia sudah ia jelajahi Sumatera, Sulawesi, Jawa, dll…Ia sendiri sudah sering “Joint Research” dengan univeristas-universitas terkemuka di Indonesia (Univ Petra-Sby, Univ Ciputra-Sby, Univ Binus-Jkt, UGM –Yogya) dan sekarang sedang bekerjasama dengan STP Bandung. Jadilah ia teman “ngobrol” ku selama seminar ini, sudah ber “loe-gua”. Dan yang membanggakan, dia cinta sekali dengan INDONESIA…Bangga Euyyyy!!!
Kota Saumur
Selesai makan siang, aku kembali mendengarkan pembicara-pembicara yang berasal dari Negara-negara lainnya (Brazil, Australia, USA, France, dll) yang menjelaskan hasil penelitian mereka. Jam 18.30 Conference masih berlangsung, padahal menurut schedule sudah harus berakhir, mungkin karena debat dan intens antar para pakar ini.
Karena takut tertinggal TER ke Angers. Aku memutuskan untuk pulang lebih dahulu, apalagi aku harus “mengenjot” sepedaku untuk sampai ke La Gare Saumur. Huppp…… 3menit (19.09) sebelum TER ke Angers berangkat, aku sudah berada di dalamnya…Alhamdulilah rezeki (ilmu) dari Allah hari ini untukku luar biasa….


[1] Baca:Tips : Bertahan  dengan tetap menikmati HIDUP di Perancis
[2] http://www.cadrenoir.fr/accueil-ene

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar