Kamis, 17 Mei 2012

Menikmati Music BERAT.........“Musique Française Avec Harpe”


Gedung megah yang merupakan salah satu “Land mark” yang berada di Jantung kota Angers ini, akhirnya aku masuki juga. Gedung itu bernama Grand Theatre d’Angers, Gedung  berlantai 4 di Place Raillement (Plaza Raillement) ini berdiri sejak 11 November 1871, dengan interior dalam seperti theatre-theatre di Itali, memiliki kapasitas tempat duduk 700 kursi, dengan 2 balkon, Ditempat inilah berbagai pagelaran seni, mulai dari: Konser music Classic, Menyanyi, Tari, Drama (termasuk komedi) dll, ditampilkan. Dan di lantai dasar terdapat galeri (exposition) yang cukup besar untuk pameran lukisan-lukisan atau pameran photo-photo bernilai seni tinggi.

Malam ini, Selasa 15 Mei 2012 20:30, aku menyaksikan penampilan “Musique Française Avec Harpe” dari  Conservatoire a Rayonnement Régional d’Angers Musique  dimana para pemainnya adalah para pengajar dari CRR d’Angers  dan CRD Choletais,  diantaranya adalah ; Veronique Chenuet – Harpa, Laetitia Alenie – Flute, Odile Thary – Violin,  Perrinne Chagnaud – Violin, Magali Prevot – Alto Solo, Claude Zanotti –Violin dan Isabelle Delapeyronnie – Contrabasse.

Ini adalah pengalaman pertamaku menyaksikan langsung konser musik ‘’berat’’ (baca ;Classic) karena semua jenis musik ditampilkan adalah hasil karya komposer-komposer ternama Perancis dari abad 19 -20. Dengan 2 babak penampilan yaitu ;
Bagian pertama : Variations libres et finale op.51 (1933), Gabriel Pierné (1863/1937), Danse sacrée et profane (1904) Claude Debussy (1862/1918)

Bagian dua : Deux interludes (1946), Jaques Ibert (1890/1962), Sérénade (1925) Albert Roussel (1869/1937)

Diawal penampilan agak sulit untuk menikmati jenis-jenis musik yang dimainkan. Tapi setelah 2 musik instrumental, Irama harpa dengan iringan Violin, flute dan Contrebasse, sudah mulai “enak” di teligaku, apalagi saat mereka memaikan Serenade.
Malam ini gedung megah ini hanya berisi ± 150 orang, beberapa diantaranya anak-anak hingga remaja. Ini yang membuatku kagum, bagaimana pemerintah/masyarakat Perancis menjaga budaya mereka. Sejak dini mereka sudah diajarkan untuk menghargai dan menikmati musik/seni tingkat tinggi . Selama pertunjukkan anak-anak/remaja ini sangat tertib dan menikmati dengan serius semua musik (instrument) yang dimainkan tanpa meninggalkan canda-ria saat istirahat…(Berharap semoga akan segera terjadi di Indonesia)

Dukungan pemerintah juga terlihat dari harga tiket yang special buat pelajar (disc 50%) bahkan untuk yang berumur dibawah 8 tahun (GRATIS!!!) sedang dewasa hanya 5€….Tidak ada perbedaan antara orang asing maupun penduduk lokal maupun asing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar