Senin, 05 Desember 2011

Visa Long Sejour - Nantes


JUM’AT 2 DECEMBER 2011
Pagi ini seperti biasa aktivitasku, bangun pagi, sholat thajud dan sekarang menikmati siaran berita siang di TV One atau liputan Siang di Metro TV (via Mivo TV) menjadi kegemaran baruku. Paling tidak selalu up to date perkembangan di tanah air.

Ping!!! (BBM) dari istriku, menanyakan kegiatanku hari ini, kukatakan aku masih bingung pagi ini, apakah aku akan berangkat ke Nantes atau tidak, karena emailku ke Nantes@ofii.fr dari semalam belum juga ada jawabannya. “Coba hubungi orang kampus, minta bantuan mereka!” begitu saran istriku.

Jam 08.30 atas saran istriku aku langsung berangkat ke kampus Belle Beille, Direction des Relations Internationales untuk menemui DELPHIN LEBRETON assiten dari Mme CATHERINE BARRETEAU yang selama ini banyak membantuku.

Guna menjaga-jaga jikalau ternyata tidak ada jawaban dari ofii, ku email terlebih dulu SYLVINE, untuk tetap bisa bertemu dengannya jam 15.00 sore nanti. Semalam pak Sabri juga menginformasikan jika hari ini akan ada kelas Mme GUINNET jam 09.30 di meeting room. Karena yakin pasti akan terlambat, ku BBM pak sabri, kalau aku akan datang terlambat ½ - 1 jam.

Sampai di kampus Belle-Beille aku langsung menuju Pole Accueil Direction des Relations Internationales, tapi pintu ruangan Delphin masih tertutup. Sambil menunggu aku menuju Biblioteque di gedung belakang, sekalian mencari info tentang M.Dominique Dubois (yang pernah menjadi Atase pendidikan- Kedutaan Perancis di Jakarta).

Tak terasa waktu sudah 30 menit, aku berda di biblioteque, langsung aku kembali ke ruangan delphin, a.ha…. dia sudah datang, tapi masih ada Mme barreteau yang sedang berdiskusi dengannya. Akhirnya ia mempersilakanku masuk, kuceritakan tentang  kronologis informasi tentang ‘’envoce OFII’’ tersebut. Seperti biasa, Delphin sangat repon sekali, ia langsung mencoba menghubungi partnernya yang bekerja di OFII Nantes, karena tidak ada jawaban dicobanya via email, sambil menunggu jawaban email, Delpin menyarankanku untuk tetap pergi ke Nantes, dengan pertimbangan, jika ternyata info itu  benar dan aku tidak datang, maka akan sulit sekali bagiku untuk mendapatkan janji kembali. Apalagi sekarang sudah bulan Desember.

‘’Saya akan tetap berusaha menghubungi temanku di Nantes, begitu ada khabar terbaru akan segera menghubungi kamu! ‘’ kata Delpin meyakinkanku. Aku juga mendapatkan kepastian darinya bahwa semester depan aku masih bisa mengikuti program bahasa Perancis dan budaya Perancis yang diadakan oleh  Direction des Relations Internationales. 

Segera aku kembali ke kampus St. Serge untuk mengikuti kuliah Scientif Writing dengan Mme. Guinnet. Jam 11.30 Delphin menelponku, belum ada jawaban dari temannya, tapi ia sangat menyarankan untuk pergi ke Nantes. Dengan berbekal keyakinan, begitu selesai kelas, aku segera menuju La Gare membeli tiket TER ke Nantes, Tiket TER cukup mahal 28,80E pulang-pergi.

Jam 12.30 aku berangkat dari Angers, tak terasa 45 menit  aku sudah tiba di Nantes. Karena sudah pernah ke Nantes sebelumnya (30 Nov yang lalu bersama dengan teman-teman dari ISTIA). Apalagi Rendevous yang kuterima jam 15.00, jadi masih banyak waktu, sehingga kuputuskan untuk bejalan kaki saja ke OFII Office yang jaraknya ± 3 km  dari La Gare Nantes, sekalian ke toko Asia di Douffy Street 


Sambil menikmati kota Nantes, kuabadikan beberapa photo menarik terutama yang berkaitan dengan ‘’sepeda’’.  Hand Phone ‘’SAMSUNG’’ ku yang selalu setia menjadi perekam kegiatanku selama ini. Tujuan pertamaku ke toko Asia, disini ternyata banyak sekali jenis makanan dari Asia, mulai dari Cina,Thailand,Vietnam dan Malaysia. Sedang makanan dari Indonesia, cuma ada 2 jenis, yaitu: Sambal ABC dan Indomie (Kari, Ayam dan Mie Goreng). Tapi kuputuskan untuk tidak membeli Indomie, selain harganya mahal (0,50E/bungkus) ukurannya juga 2x lebih kecil jika dibandingkan   Mie Goreng atau Mie Ramen produksi Thailand yantg harganya hanya 0,75E/bungkus. Kubeli 3 botol sambal ABC (2 botol untukku dan 1 botol untuk Bayu). 

Selesai berbelanja kulanjutkan perjalanan menuju OFII office, sambil mem ‘Photo’’ beberapa objek yang menarik mulai dari gereja St. Croix sampai dengan Tour de Bretagne (Menara Bretagne)

Jam 14.30, aku sudah tiba di OFII, walau lebih awal 30 menit, kutanyakan ke petugas penerima tamu, apakah ada namaku untuk jadwal hari ini. (sambil berdo’a semoga ada). ‘’Apakah anda membawa passport dan seluruh dokumen kelengkapannya, Monsieur?’’ Tanya perempuan petugas penerima tamu. Kutunjukkan semua dokumen yang kubawa (OFII Timbre, passport, photo, dan attestation hebergement). Kenapa anda baru datang sekarang? Seharusnya anda datang tanggal 25 Oktober yang lalu!!’’ lanjut petugas seperti polisi. ‘’Saya tidak pernah menerima surat ataupun email dari OFII selama ini. Sekarangpun saya datang karena kemarin, saya menerima telpon dari OFII office, jadi saya nekat datang kesini !, syukur kalau nama saya ada’’ panjang lebar aku menjawab pertanyaan si petugas walau dengan bahasa yang pas-pasan  (yang penting ia mengerti)

Segera ia memberikan se-paket dokumen yang  nantinya akan diisi oleh petugas medic dan dokter. Aku dipersilakan untuk menunggu di ruang tunggu, disana sudah banyak orang asing yang aku yakin semuanya juga mahasiswa sepertiku, mulai dari Cina, Tunisia, Mali, Jerman, Polandia, entah dari Negara manalagi….

Tak lama aku dipanggil untuk pemeriksaan phisik (tinggi, berat dan mata) kemudian X-ray dan terakhir tekanan darah dan riwayat kesehatan oleh dokter. Selesai pemeriksaan kesehatan aku dipersilakan untuk menunggu kembali diruangan awal saat aku datang. Sambil menunggu, kutanyakan tentang nasib ke 2 temanku (Alce dan Bayu) yang seharusnya mereka dapat schedule lebih awal dariku, karena mereka datang 1 bulan lebih awal dariku.

Petugas menyampaikan kalau keduanya juga sudah dijadwalkan lebih awal (Bayu; 11 Nov 2011 dan Alce;25 Oktober 2011) kusampaikan bahwa mereka sama sekali belum mendapatkan surat atau email dari OFII. Dia meminta no telpon Alce & Bayu untuk di telp minggu depan.

Tak lama petugas administrasi, menemuiku dan menyerahkan passportku yang sudah ditempel deng VLS (Visa Long Sejour) Asyik…berarti sudah lengkap semua persyaratan administrasiku. Dengan VLS aku juga sudah bisa keluar Perancis, mengunjungi Jeman, Belgia, Belanda, Italy atapun Spanyol. Ya mudah-mudahan tawaran Robby (S-3 di INRA Rennes) untuk jalan-jalan ke Jerman di akhir tahun jadi kenyataan…

Tak terasa waktu sudah sore, kulihat jam sudah menunjukkan jam 16.30. masih ada waktu sekitar 1,5 jam lagi. Kulangkahkan kaki menyusuri blok-blok bagunan yang bergaya “Renaissance” sampai akhirnya aku memasuki  “Passage Pommeraye” yang menjadi salah stu ikon kota Nantes, Gedung pertokoan yang berdiri sejak 1843, sangat anggun dengan berbagai ornament dan patung-patung bernilai seni tinggi, tidak hanya itu di dalamnya juga berjejer took-toko boutique yang menjual berbagai barang yang menarik, banyak sekali pamflet/penawaran diskon menyambut natal & tahun baru, tapi buatku harganya tetap mahal.


Puas melihat-lihat barang-barang di Passage Pommeraye, kulanjutkan perjalanan meuju la gare, tapi ada yang menarik perhatianku. Tepat di depan sebuah pertokoan besar kulihat pedagang kaki lima dengan “gerobak dorong” seperti di Indonesia. Ha…ha.. baru kali ini aku melihat kaki lima di Perancis.
Perutku…ternyata sudah mulai bernyanyi, baru sadar kalau aku belum makan siang, padahal sekarang sudah jam 17.00 sore, sambil berjalan menuju la gare kutemui sebuah kios ‘’Kebab’’ yang kuyakin cukup murah (5E) dan mengeyangkan. Apalagi tertulis besar di papan reklamenya HALAL. Penjualnya berasal dari Tunisia, tapi sayang dia tak mengizinkan ku untuk mengambil gambar tokonya. 

Selesai menikmati kebab, aku segera berlari kecil meuju ka la gare, saat diruang tunggu kulihat banyak sekali orang yang menganti baik di loket maupun di mesin tiket otomatis. Aku baru ingat kalau hari ini adalah hari Jum’at, hari terakhir kerja atau sekolah, sehingga banyak orang yang pulang kampung ke kota-kota kecil disekitar Nantes, atau berlibur ke kota-kota besar lainnya seprti Paris, Bordeaux, Champagne, La Rochelle atau Rennes.

Tepat jam 18.11 TER tujuan Angers St laud, siap di Voie 5, segera kumasuk ke TER, karena udara malam di Nantes cukup dingin mungkin < 5°C. Alhamdulillah selesai juga perjalanan panjang hari ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar