Kamis, 29 Desember 2011

St.Malo, Kota Perompak di Utara Perancis



Saint Malo

Minggu, 25 Desember 2011.
Dari semalam aku sudah menghubungi Hubert, melalui covoiturage.fr, dia yang akan memberi kami tumpangan hari ini ke St. Malo, dengan biaya 4€/orang, lebih murah 3x lipat dibanding jika harus naik bus 12€/orang atau naik TER 13,45€/orang.
Seperti kemarin pagi ini aku dan kang Robby, kembali mempersiapkan bekal makan siang kami di St.Malo nanti, Nasi goreng adalah andalan kami lagi yang membedakan adalah campurannya, hari ini kami campur dengan sosis dan telur dadar, pokoknya enakkk dah!!!(logat betawi)
jam 10.40 pagi Hubert berjanji akan menjemput kami di “Piscine Ville Jean”, Tak lama kami menunggu di sana muncullah sedan putih Ford-Focus.  Hubert seorang lelaki separuh baya yang memiliki kumis dan janggut panjang putih dengan badan yang besar/gemuk, menyambut kami dengan ramah.
Fort Nasional
Hubert adalah seorang pegawai pelabuhan, yang tinggal di Rennes namun keluarganya ada di St.Malo, Selama perjalanan ia menjelaskan tentang semua yang kami lihat dikiri-kanan jalan dan tentang peraturan lalu lintas termasuk tentang no polisi dan radar pengintai kecepatan mobil di jalan tol yang kami lalui, walau kadang kami tidak mengerti istilah-istilah yang ia gunakan.
Pantai St.Malo
Jam 11.30 kami tiba di St.Malo, oleh Hubert kami diturunkan tepat di depan Fort Nasional, dia menawarkan kami untuk pulang ke Rennes dengannya jam 18.00  nanti. Wah senang sekali kami akan tawarannya.  Didepan mata sudah nampak hamparan pantai panjang yang landai  dan berpasir coklat, namun angin laut sangat dingin berkisar 1°C - 4°C, Berdasarkan penjelasan Hubert, pantai menjadi tujuan utama para wisatawan lokal maupun asing disaat musim panas, sehingga tidak heran kalau sepanjang pantai tampak berjajar hotel-hotel.
Fort Nasional adalah sebuah pulau kecil yang berada ditepi pantai, yang dahulu digunakan sebagai menara pengawas pantai, selain itu juga ada Petit be, sebuah pulau kecil lainnya yang digunakan sama seperti Fort Nasional.
Depan tugu Jacques Cartier
Selesai mengunjungi Fort Nasional, kami lanjutkan dengan menyusuri Benteng besar yang mengelilingi The Wallet City (La Ville Intra-Muros), kota kecil dalam benteng ini sangat unik dengan bentuk rumah yang hampir sama, kami sempat berphoto di bawah patung Jacques Cartier, seorang penjelajah yang pertama kali menemukan Canada.  Dari St.Malo tersedia ferry yang melayani perjalanan ke Poole, Portmouth dan Weymouth yang berada di Ingris, dengan menyebrangi Selat Inggris (English Channel).
Selesai mengelilingi benteng St.Malo, kami menyusuri Wallet City (kota burung laying-layang), karena hari ini adalah hari Minggu dan juga Natal (Christmas) kota ini benar-benar layaknya kota tak berpenghuni/hantu. Semua toko tutup, hanya ada 1-2 orang yang berlalu lalang, mungkin semua orang berdiam didalam rumah, berkumpul dengan keluarga merayakan natal.
The Wallet City

The Wallet City
Saat di dekat benteng tadi kami sempat menikmati bekal kami untuk makan siang, sekarang kami mencari secangkir kopi atau coklat panas untuk menghangatkan tubuh. Ternyata di depan pintu gerbang utama The Wallet City banyak café dan restaurant yang buka, dan sangat penuh oleh para wisatawan maupun penduduk yang makan siang guna merayakan natal besama keluarga. Kami memilih salah satu restaurant yang tak terlalu penuh dengan tamu, dan memesan Capucino dan Café long serta 3 porsi creperie, karena Creperie St.Malo sangat terkenal kelezatannya, selain harganyanya juga tak terlalu mahal.
Yatch Harbour
Badan kami sudah kembali hangat setelah meikmati kopi  dan Creperie, perjalanan kami lanjutkan untuk menyisiri bagian luar The Wallet City, Nampak pelabuhan (Yatch Harbour) yang cukup besar guna menampung kapal-kapal mewah milik perorangan. Sempat beberapa photo kami ambil disini.
Gare St.Malo

Jam 16.00, Sambil menyusuri jalan utama, kami mencari la Gare St.Malo untuk mencari tahu jadwal TER ke RENNES (Jaga-jaga kalau Hubert berhalangan). Posisi Gare tepat berada dipusat kota St.Malo, ternyata TER berangkat setiap 30 menit dari St.Malo ke Rennes. Aku sempat mampir ke Tabac di La Gare untuk membeli beberapa Souvenir St.Malo, tapi harganya cukup mahal, tapi tak apalah…karena hanya ini toko yang buka.
Depan The Wallet City
Kami memutuskan untuk kembali menggunakan omprengan (murah….), sehingga kembali kuhubungi  Hubert bahwa kami akan menunggunya di La Gare, Alhamdulillah ia menyanggupi. Tak lama ia sudah muncul membawa kami kembali ke Rennes, Dia menanyakan apakah kami senang mengunjungi St.Malo? ia juga menerangkan tentang kondisi ibunya yang sedang dirawat di RS. St.Malo karena penyakit Alzheimer (pikun).
Jam 19.30 kami sudah tiba kembali di Rennes, bahkan oleh Hubert kami diantar sampai depan appartement Kang Robby, baik sekali orang ini…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar