Senin, 05 Desember 2011

"Ayam Kari" - a la chef A-KA


SABTU , 03 DECEMBER 2011
Aku terbangun jam 03.00 pagi, ya ampun laptopku belum mati dari semalam, plus aku lupa sholat Isya, mungkin karena kecapaian… aku tertidur pulas.

Langsung aku ke WC untuk berwudhu  sholat isya + sholat tahajud, selesai sholat kucoba membaca print journal yang belum juga terbaca (padahal program membaca sudah “kewajiban”)

Opps…kaget aku terbangun oleh suara BB, kulihat jam ya…ampun aku ketiduran sekarang sudah jam 10 pagi, lewat dech sholat subuh..

Kunyalakakan laptop melanjutkan me “re-type” catatan European Civilization yang aku pinjam dari Jennifer Roblez mahasiswi M2 dari Peru. Jam 11.00 anak-anakku sudah menunggu skype dariku. Seperti biasa si bungsu “Audy” selalu mendominasi pembicaraan di skype. Celotehnya sebagai pengobat rindu, via skype seakan kami sekeluarga berkumpul kembali, sambil belajar ataupun menonton TV, kedua anakku (Aulia dan Audy) dapat bercerita panjang lebar tentang kegiatan mereka, begitupula dengan mantan pacarku (istriku)….

Hari ini, sambil membersihkan kamar, kudengar cerita mereka, senangnya!!!!. Ya allah terima kasih atas kemudahan yang kau berikan, 

Jam 11.30 aku pergi ke pasar, karena persediaan sayurku sudah habis dan niatku hari ini, ingin mencoba resep “Ayam Kari” yang bumbunya sudah kubeli beberapa hari yang lalu di toko Asia, dekat centre ville.

Hujan gerimis seharian membuat suhu semakin dingin, belum lagi angin yang bertiup kencang hrrrrrr… dingin sekali…

Buru-buru aku belanja sayur (tomat, brokoli, buncis, jamur dan jahe) cukup untuk persediaan 1 minggu, langsung mampir ke toko Asia lagi untuk membeli cabe rawit dan ikan teri (lumayan 2E bisa buat persediaan 1 bulan) dan yang paling penting beli ayam (chicken Wing) di Monoprix (toko swalayan di tengah kota)

Setengah berlari aku kembali ke Einstein, jam 13,00 aku sampai dikamar, sambil menyiapkan bahan-bahan untuk masak “Ayam Kari”. Ku nyalakan laptop untuk bisa skype, agar istriku bisa membimbing saat memasak nantinya. Alhamdulillah skype lancar lagi….., Layaknya “kelas jarak jauh” sang instruktur (istriku) yang berada 30.000 km di Jakarta, memberikan arahan kepada calon koki, tentang cara memasak yang baik…ha..ha..

Ehmmm bau kari dan kentang membuat perutku bernyanyi riang, Jam 15.00 baru masakan pertamaku selain tumis-menumis jadi. Dan sebagai sayur-mayurnya cukup dengan rebusan wortel dan buncis. Yummy…    Ayam Kari siap dinikmati. Porsinya memang kubuat cukup untuk 2 hari, jadi selama Sabtu dan Minggu aku tidak perlu masak lagi (Iritttttttt). Anak + istriku, yang menyaksikan (via skype) aku makan dengan lahap juga senang…, 

Jam 16.00 pak Sabri mengabarkan kalau pak Djoko dkk (temen-temen dari ISTIA) pada kumpul di kamarnya, untuk membahas kepengurusan PPI Angers, sampai dengan jam 18.00 kami berkumpul semua (12 orang) di kamar kecil pak Sabri yang berukuran 19m, sambil menikmati kolak ubi, buatan mbak Alce….yummy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar