Kamis, 29 Desember 2011

Mont Saint Michel Impian Para Turis


Sabtu, 24 Desember 2011
Mont St.Michel

Jam 06.00 aku sudah bangun, selesai sholat tahajud, aku menyiapkan bekal makanan yang akan kami bawa nanti (lumayan untuk penghematan). Nasi goreng dengan campuran Daging (Sisa Rendang semalam), Udang, dan Nugget Ayam, cukup lezat rasanya.
Bus Keolis ke Mont St.Michel
Jam 09.30 kami berangkat menuju La Gare, jadwal bus kami adalah jam 10.30. begitu tiba di La gare kami langsung membeli tiket bus yang harganya 11.50, Di dalam bus ternyata sudah penuh dengan penumpang yang semuanya berasal dari “Asia” dari bahasa yang mereka gunakan bisa kutebak kalau mereka berasal dari Jepang, Korea, China dan India, plus 3 orang Indonesia (kami).
Saat bus akan berangkat ada kejadian  yang mengelikan bagiku yaitu saat sang sopir men “translate” peringatan untuk tidak makan/minum di bus setelah ia menyampaikan dalam bahasa Perancis “interdit de manger et boire dans le bus’’ kemudian ia mentranslatenya dalam bahasa inggris ‘’ I don’know what you eat’’ yang kalau di artikan ‘’Saya tidak tahu apa yang anda makan’’ kami semua tersenyum simpul…ha..ha.. ternyata  “parah’’ bahasa Inggrisnya si sopir ini.
Perjalanan dari Rennes – Mont St. Michel,  kami tempuh 1 ½ jam ke arah utara, cuaca hari ini bagus sekali, matahari bersinar terang, namun tetap saja udaranya dingin sekali.  Pemandangan sepanjang jalan tak jauh beda dengan pemandangan dari Angers ke Rannes, dikiri-kanan penuh dengan perkebunan sayur mayur dan hamparan rumput luas berikut dengan sapi dan domba.
Mont St.Michel
dari jauh sudah nampak bukit bangunan gereja tua di puncaknya. Para penumpang bus sibuk mengabadikannya dengan bermacam jenis kamera yang mereka miliki.
Begitu kami sampai di terminal bus yang lokasinya tepat berada di depan pintu masuk ke Mont St. Michel, sudah banyak pengunjung yang datang rata-rata dengan kendaraan pribadi. Bangunan yang awalnya sebagai gereja, dan sempat menjadi penjara, saat ini telah menjadi ikon pariwisata ke 2 setelah Menara Eifel sebagai objek wisata di Perancis.
Saat memasuki Mont St. Michel, kita akan disambut dengan jalanan batu yang disebut “Cour de l’Avancee” yang menanjak dan Gerbang “Bevole” yang dibangun tahun 1590 oleh Gabriel du pay, menjadi awal menuju gereja besar dipuncak yang disebut “The Abbey” , sepanjamg jalan kecil ini kita akan menjumpai berbagai toko souvenir yang menjajakan berbagai jenis Souvenir khas Mont St. Michel  mulai dari pakaian , keramik, pernak-pernik lainnya hingga ke makanan.
@ Abbey
Mont St. Michel sering di sebut sebagai “Merveille de l’Occident” (Keajaiban dari Barat) memiliki architecture yang terindah dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang ke Perancis. Pulau karang yang berada di tengah laut dengan luas sekitar 1km² dan tinggi 80m dari permukaan laut. Berawal dari  impian St.Aubert, seorang pendeta Avranches, di tahun 708 yang menginginkan gereja sebagai pusat keagamaan dan ziarah dipulau kecil tersebut.
Sebelumnya (abad 6 & 7) pulau kecil ini bernama "Monte Tombe" dan digunakan sebagai benteng Kaum Armorican sebagai pusat budaya dan kekuasaan dari Romano-Breton, sampai akhirnya jatuh ketangan kaum Frank, dengan demikian mengakhiri budaya trans-channel yang sudah berdiri sejak Roma di 460.
Abbey
Tempat ini menjadi sangat penting dan strategis di 933 ketika William "Long Sword", William I, Duke of Normandy, menguasai Semenanjung Cotentin, dan menenpatkan pulau ini sebagai kekuasaannya di Normandia.
Di tahun 1469,  Louis XI dari Perancis bermaksud menjadikan gereja Mont Saint-Michel menjadi kapel untuk Ordo Santo Michael Orde, tetapi karena jarak yang besar dari Paris, niatnya tidak pernah dapat direalisasikan.
La Vieille Auberge
Namun, popularitas dan prestise sebagai pusat ziarah berkurang pada masa Reformasi, dan pada saat Revolusi Prancis ada hampir tidak ada biarawan yang datang ke gereja ini,  Hingga biara ini ditutup dan diubah menjadi penjara, awalnya untuk menahan para  tahanan politik, agamawan  dan yang melawan  rezim republik. 1836, Tokoh-tokoh berpengaruh termasuk Victor Hugo, mengkampanye kan  untuk mengembalikan apa yang  mereka lihat sebagai harta karun arsitektur nasional. Penjara itu akhirnya ditutup pada 1863, dan Mount St. Michel dinyatakan sebagai monumen bersejarah pada tahun 1874. Mont-Saint-Michel ditambahkan ke daftar UNESCO Situs Warisan Dunia pada tahun 1979, dan terdaftar sebagai peningalan  budaya, sejarah, dan arsitektur, serta keindahan yang diciptakan manusia dan alam.
Pemandangan laut sangat terasa indah ditambah dengan dinginnya angin laut, menambah kesan agungnya gereja ini. Puas berkeliling dan mengunjungi setiap sudut Gereja “Abbey” kami mengunjungi beberapa toko souvenir yang ada di bawah. Lumayan banyak souvenir yang aku beli, hitung-hitung kapan lagi akan mampir kesini.
Center of Abbey
Waktu sudah menunjukkan jam 13.30, perut sudah bernyanyi “lapar”, segera kami mencari tempat yang nyaman untuk menikmati bekal makan siang telah kami siapkan dari RENNES. Akhirnya di jalan sepi di antara hotel-hotel kecil di Mont St.Michel kami menikmati makan siang kami. Udara dingin menambah nikmatnya makan siang kami.
Selesai makan siang, kami melanjutkan berjalan ke jalan utama yang kami lalui dengan bus tadi untuk mendapatkan gambar Mont St.Michel secara utuh. Saat sibuk mengambil photo kami sempat berkenalan dengan seorang wisatawan yang berasal dari “Selatan Dunia” Australia!!!, wowww jauh banget.
Jam 14.30, kami memutuskan kembali ke RENNES lebih sore, buat belanja-belanja,  apalagi besok kami masih harus ke St.Malo, Kota pantai yang terkenal di utara Perancis.
Malam ini kami pesta keong laut yang dimasak dengan jamur oleh kang ucu, nikmat juga rasanya setelah seharian berwisata ke Mont St. Michel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar