Selasa, 17 Januari 2012

Jalan-jalan di Tours (Part 1)



Hotel de Ville -Tours
Sabtu, 14 Januari 2012
Perjalanan kali ini aku mulai agak pagi karena aku ingin menghabiskan seharian penuh untuk mengelilingi objek-objek wisata yang menarik di TOURS, sebuah kota yang berada di dipingir dua sungai besar Cher di selatan dan Loire di utara, namun sungai Loire menjadi salah satu sungai yang sangat terkenal terkenal di Perancis, dengan panjang 1,012 kilometres (629 mi), yang melintasi 5 region di Perancis seluas 17,054 km2 (45,195 sq mi), dan menjadi sungai ke 170 terpanjang di dunia. Hilirnya adalah Cévennes di  Ardèche départementat 1,350 m (4,430 ft) dekat gunung Gerbier de Jonc, dan hulunya adalah teluk Biscay di St Nazaire.[1]
Selesai merapikan kamar dan mencuci beberapa pakaian yang kotor, serta menikmati sarapan pagi “Mie Goreng” aku segera menuju La Gare St. Laud-Angers, karena berjanji dengan Aurelie, teman baruku yang memberi tumpangan  (covoiturage) ke Tours. Tadi malam dia mengirim sms dan email lagi untuk memintaku datang lebih awal 15 menit dari janji sebelumnya (jam 10) sehingga aku harus berangkat lebih awal dari Einstein agar sampai di la gare jam 09.45. Perjalan kali ini aku tidak mempersiapkan bekal makan siang, aku hanya menyiapkan 1 buah apel dan 2 potong roti. Cukuplah untuk menganjal perutku sampai sore nanti, apalagi sarapan pagiku rasanya sudah lumayan besar porsinya.
Jam 09.45 aku sudah berada di depan La Gare, ya ampun udara pagi ini dingin sekali, kaki dan tanganku serasa kaku, padahal aku sudah mengenakan sarung tangan, jaket+ tutup kepala, dan kaos panjang 3 lapis, tetap saja udara dingin mengigit, dalam tram tadi sempat kulihat bahwa suhu hari ini adalah -3°C, setiap kali aku mengeluarkan napas, nampak seperti orang merokok kretek..asapnya mengepul…hrggggggg dinginnnnn

Seorang perempuang tinggi langsing dengan rambut ikalnya muncul dari mobil Renault Clio biru muda, ya dialah Aurile, ramah sekali dia menyambutku..sambil membukakan pintu ia menginfokan bahwa kami harus menjemput  Zakaria, seorang penumpang lain di dekat Pont de Verdum. Setelah bertemu Zakaria, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Tours, perjalanan sepanjang 1 jam 30 menit itu, kami isi dengan bertukar pengalaman dan informasi tentang pekerjaan, hobby dan hal-hal lain yang menarik. Ternyata Aurile adalah seorang mahasiswi Universite Catholic d'Angers yang kuliah di jurusan Psycologie dan dia sudah pernah ke Bali, (ha..ha..aneh, dia bilang belum pernah ke Indonesia, tapi kalau ke Bali sudah!!!!) sedang Zakaria adalah seorang mahasiswa Ecole d’Angers yang mengambil jurusan tehnik Aerodinamic, wuih...seru ceritanya…dan yang lebih membuatku gembira ternyata Zakaria adalah seorang muslim asal Maroko, (padahal tampangnya jauh dari muka arab) Alhamdulillah. Aku dan Zakaria di “drop” di depan Pont Wilson, salah satu ikon kota Tours. Zakaria langsung menuju ke seberang jembatan, karena ia tinggal disana, sedang aku langsung menuju ke pusat kota.. Sambil menyusuri Rue Nationale, kulihat banyak pertokoan yang menawarkan “Soldes” .

Place Jean Jeures dan Hotel de Ville
Place Jean Jaures
Udara dingin di jalanan ini membuatku harus mencari toilet umum, tujuan utamaku adalah La Gare karena biasanyanya WCnya lebih bersih. Sambil mengikuti petunjuk jalan ke Gare SNCF, aku melintasi Place de Jean Jaures, Tempat yang menjadi jantung kota Tours ini  diihiasi  2 taman air mancur dan tepat didepan Hotel de Ville (1745) dan Palais de Justice (1843) yang menjadi maskot kota dan yang paling banyak menjadi objek photo para wisatawan yang datang. Bangunan besar yang berfungsi sebagai balaikota ini.
Palais de Justice
La Gare  Tours
La Gare - Tours
Bangunan dengan tua yang berornamen menarik ini menjadi stasiun utama kereta di departemen Indre-et-Loire yang terletak di pusat kota Tours, Namun interior dalamnya sedang di renovasi besar-besaran. Bangunan ini dibangun antara 1896-1898 dengan arsitek Victor Laloux Touraine. Saat ini SNCF mengoperasikan kereta TGV dan maupun TER dari station ini baik sebagai stasiun awal maupun stasiun transit ke kota-kota lainnya seperti Orleans, Le Mans, Angers, Nantes, dll.
La Gare - Tours
Ehm akhirnya kutemukan juga toilet bersih…..dan ugh..lega rasanya setelah ke toilet, aku masih sempat membeli secangkir coklat hangat di La Gare, sekadar untuk menghangatkan tubuh. Tepat di depan La gare aku sempat mampir ke Pusat Informasi pariwisata Tours, sambil mencari peta kota dan melihat-lihat souvenir.

Cathedrale St.Gatien

Catherdale St.Gatien
Hampir di setiap kota yang pernah aku kunjungi, cathedrale menjadi tempat yang menarik untuk dijadikan objek photo. Begitu juga dengan Cathedrale St.Gatien yang dibangun tahun 1170 dan 1547 dengan arsitektur « gothic » dan dua menara yang menjulang tinggi (±70m) menambah megah dan agungnya cathedral ini. Karena waktuku yang terbatas (Thomas, temanku akan menjemputku di La gare jam 14.00) aku tak masuk kedalam Cathedral, namun langsung menuju Musee des Beaux-Arts, yang berada tepat disampingnya…

Musee des Beaux-Arts
Pohon Cedar Raksasa
Dihalaman depan Musee des Beaux-Arts aku disambut oleh pohon ‘’CEDAR’’ raksasa, yang besar sekali…umurnya sudah ratusan tahun..
Musee des Beaux-Arts
Masih juga di halaman Musee des Beaux-Arts, aku melihat kebun bunga besar, sayang aku datang dimusim dingin sehingga tidak ada bunga yang muncul. Selseai mengambil beberapa photo, perjalanan kulanjutkan menyusuri rue lavoiser.

Château de Tours dan Pont de St. Symphorien - Tours
Chateau de Tours
Diujung jalan kulihat ada sebuha bangunan yang menurut peta kota bangunan itu adalah Château de Tours, bangunannya tak tampak besar dan mengah seperti layaknya château-château yang pernah aku lihat, mungkin hanya sebagai tempat persingahan, karena ada château-château besar lainnya yang berada  dikota-kota dekat dengan Tours (Chambord dan Villandry)
Avenue Andre Malreaux
Sampai tahun 2000 Chateau de  Tours digunakan sebagai Aquarium, yang memamerkan 1.500 spesies ikan  dan patung-patung lilin.  Saat ini menjadi tempat pameran kontemporer (Joan Miró, Daniel Buren, Nadar ...) dan museum  Sejarah Touraine, catatan arkeologi, model historis, audio-visual pada sejarah kota Tours.
Pont de St. Symphorien

Tepat didepan Chateau de Tours  yang dipisahkan oleh Avenue Andre Malreaux, mengalir sungal Loire yang terkenal itu, dan nampak jembatan gantung, namanya Pont de St. Symphorien, jembatan ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan beroda dua (sepeda & motor),  yang menghubungkan pulau kecil ‘’Ile Aucard’’ yang berada  di tengah sungai de Loire dan daerah St Cry sur Loire diseberang sungai.

Pont Wilson dan Tours American Monument
Pont Wilson adalah  jembatan tertua di Tours yang dibangun antara 1765 - 1778. Ini terdiri dari 15 lengkungan, 434 kaki panjang dan melintasi  Sungai Loire. Orang-orang  Touraine memanggilnya " "Pont de pierre" ( Jembatan Batu)[2]. Yang mengantikan ‘’Pont l’Eudes’’ yang rusak di abad ke XI.
Pont Wilson

Sambil berjalan menyusuri sungai de Loire, terlihat  sebuah taman kecil dengan patung ditengahnya yang tak jauh dari Pont de Wilson, Tours American Monument  terdiri dari air mancur dari batu putih dengan patung seorang Indian Amerika memegang elang disepuh emas. Monumen yang dibangun untuk mengingat 650.000 tentara Amerika yang tewas  selama Perang Dunia I[3]

Tour American Monument







[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Loire_%28river%29
[2] http://fr.wikipedia.org/wiki/Pont_Wilson_%28Tours%29
[3] http://www.abmc.gov/memorials/memorials/tr.php

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar