Selasa, 25 Desember 2012

Kota Barat Perancis Part I - La Rochelle "Kecil nan Manawan"





Université De La Rochelle
Tak sia-sia keikut-sertaanku pada Pemilihan Ketua PPI Perancis beberapa waktu yang lalu, kalau dulu kemana-mana aku selalu menggunakan couchsurfing sebagai sarana untuk mencari akomodasi Gratis, sekarang dengan jaringan PPI aku lebih mudah menemukan tempat berlindung dari cuaca di malam hari.
Pemandangan Esplanade d'Arc dari depan Mediathèque
Kali ini perjalanan kuarahkan menuju kota-kota di barat Perancis, La Rochelle dan Bordeaux, dua kota yang cukup familiar ditelinga orang Indonesia. Ya kedua kota ini memang menjadi ikon bagi orang-orang yang belajar Perhotelan, La Rochelle dikenal luas sebagai salah satu Universitas ternama untuk bidang Perhotelan & Tourism, sedang Bordeaux…. hmmm identik dengan Vin Rouge (Anggur Merah) yang top markotoppp sedunia.

Hari  ini (Sabtu, 22 Desember 2012) aku akan pergi ke La Rochelle  yang jaraknya 153,41 Km dari Angers. Jam 12.30 dengan Eddy D, sang covoiturage pemilik kendaraan Audi A3 yang cukup nyaman dengan cukup membayar 11€ (lebih murah 75% dibanding naik TGV: Kereta Cepat Perancis). Tak lama setelah menunggu depan Pintu Jardin du Plante – Angers, Eddy muncul dengan kendaraannya. Perjalanan selama ± 2.5 jam melalui jalan-jalan tol yang lurus dan panjang dengan kondisi jalan yang sangat baik, membuat perjalanan ini sangat nyaman, tapi juga membosankan, karena dikiri-kanan hanya terlihat hamparan hijau tanah-tanah pertanian yang baru ditanami gandum.


La Gare La Rochelle
 
Tour de la Chaine dan Tour St Nicolas
Jam 15.00, kami tiba di la Gare (Stasiun Kereta) - La Rochelle, Gedung besar dengan arsitek yang unik membuatnya terlihat megah, Bang Henky (Candidate Doctorat Géographie-Université La Rochelle yang juga Ketua PPI La Rochelle) sudah menungguku di sana. Kami berdua langsung menuju pusat kota La  Rochelle dengan berjalan kaki yang jaraknya tak jauh dari La Gare. Dari jauh sudah nampak Landscape kota La Rochelle Tour de la Chaine dan Tour St Nicolas. Dua menara yang dahulu berfungsi sebagai tempat mengawasi keluar masuknya kapal ke dalam pelabuhan. Tak lama berselang Bang Raymon (Candidate Doctorat Technique - Université La Rochelle berasal dari Univ Negeri Padang)  juga bergabung dengan kami, sambil menyusuri pinggiran Vieux Port dimana berjejer café-café dan restaurant yang menawarkan berbagai makanan dan minuman khas, plus pemandangan yang menarik menghadap ke dermaga. Dari Place Barentin, sambil melihat anak-anak bermain ice skating di papan es imitasi, kami bisa melihat Grosse Horloge, Pintu gerbang yang megah menuju kota tua, seperti ciri khas kota-kota tua  di Perancis lainnya, jalan-jalan dibuat dari batu-batu yang tersusun rapih dengan bangunan-bangunan yang berarsitektur renaissance yang terbuat dari batu kapur dengan warna cream alami, dilengkapi dengan pernak-pernik lampu-lampu natal.
Pintu gerbang Grosse Horloge
Rue de Palais dan Rue Chaudier menjadi jalan utama di kota tua ini, dikiri kanannya penuh dengan toko-toko souvenir, pakaian, parfum hingga makanan khas kota La Rochelle. Cathédrale besar yang berada di depan Place  de  Verdun, nampak gagah, walaupun di depannya masih direnovasi.
Cathédrale

 
Kami berbelok ke arah Rue Gargoulleau, untuk melihat pasar tradisonal yang sudah ada sejak abad XIX, di Place du Marché, disini berjejer rapih para pedagang sayur-mayur, buah-buahan, keju, ikan dan daging, lengkap pokoke… tepat didepannya kita juga bisa melihat bagunan tua yang menggunakan kayu sebagai penganti besi. Berjalan lurus melalui jalan Rue Des Merciers hingga berada di depan Hôtel de Ville, disini terlihat Mairie de la Rochelle yang nampak unik, walau ukurannya lebih kecil dibanding dengan Mairie di kota-kota lainnya. Tak lama bergabung Imam (Candidate Doctorat Technique - Université La Rochelle berasal dari Univ Indonesia) bersama kami.
 
Binatang koleksi Parc de Animalier
Puas menyusuri kota tua, kami kemudian menuju Parc de Animalier, saat di perjalanan sempat bertegur-sapa dengan Maya (M2 Planologi dari Univ Dipenogoro Semarang), yang sedang menemani temannya membeli sepeda di toko second hand. Kebun binatang (Parc de Animalier) kecil yang terbuka untuk umum ini sangat cantik, apalagi di musim semi dan musim panas pasti penuh dengan bunga-bunga. Koleksi binatangnya tak terlalu banyak, mulai dari bebagai jenis ayam, burung, hingga keledai. namun cukup menarik untuk bersantai bersama keluarga.

Pantai… ya pantai menjadi ikon utama pariwisata di La Rochelle, karena setiap musim panas akan datang beribu-ribu orang perancis, menghabiskan liburan musim panasnya di pantai barat Perancis ini. Salah satunya adalah Plage (Pantai) de la Concurrence dari pantai ini juga terlihat jelas Tour de Lanterne. Kami berempat melanjutkan perjalanan menyusuri Esplanade St. Jean d’Arc hingga ke Cours des Dames untuk menyaksikan Marché de Noel (pasar malam menyambut natal).
Tour de Lanterne.
Tour de Lanterne dimalam hari
Perut sudah terasa lapar, setelah berjalan cukup jauh menyusuri kota tua, pilihan menu yang paling disukai, KEBAB ya…hanya ini makanan yang dijamin halal bagi kami, mahasiswa yang muslim. Ada beberapa toko kebab yang katanya enak di kota ini. Tapi Imam merekomendasikan kebab Tunisia yang berada di Rue Léonce Vieljeuex, sebagai pilihan. Perut sudah kenyang.. perjalanan dilanjutkan kembali, sambil menikmati sinar lampu-lampu kota di pinggiran Vieux Port, kami bertemu dengan beberapa teman Indonesia lainnya, temasuk teman-teman FSRD dari ITB yang sedang mengadakan exposition di La Rochelle.
Berpose depan "Vieux Port"
Malam semakin larut dan udara semakin dingin, ngobrol-ngobrol dilanjukan dalam salah satu cafe di tempat yang sama. Crêpe dan Chocó hangat menjadi menu berikutnya… turut bergabung kali ini Bang Bois (Doctorat Technique - Université La Rochelle berasal dari Univ Syahkuala Banda Aceh, Status resminya February 2013). Obrolan + Candaan yang tak habis-habisnya membuat waktu terasa cepat, pukul 22.00 kami memutuskan untuk pulang, obrolan masih di lanjutkan selama perjalanan pulang ke appartement masing-masing, yang kebetulan searah di sekitar kampus Université La Rochelle.
Suasana pantai dan hotel-hotel pingir pantai "Les Minis"
Malam ini aku akan menginap di Appartement Bang Henky di dekat Plage des Minis, daerah yang terkenal di La Rochelle, dengan pantai dan juga Marina terutama bagi mereka yang memiliki yacht-yacht mewah. Jam 09.00 pagi aku baru terbangun, lelah berjalan semalaman, tergantikan dengan tidur pulas di appartement  bang Henky ini. Dari balik kaca jendela terlihat kolam renang yang ditutupi terpal hijau, dan nampak juga pantai di belakang bagunanan ini. Selesai mandi, aku menyempatkan diri untuk berkeliling pantai Les Minis, Melihat bangunan-bangunan appartement di sekelilingnya, aku jadi teringat Hotel Marbella di yang terletak di bibir pantai Anyer, hanya bedanya disini tidak ada pohon kelapa dan Pasir putih yang membentang sepanjang pantai. namun soal kebersihan jangan ditanya… bersih sekali. 
Port de Plaisance ''Les Minis''
Jam 11.00 aku sudah berada di depan Port de Minis, untuk menunggu Mme Laura, yang akan menjadi tumpanganku (baca ; Covoiturage) ke Bordeaux. Mobil Peugeot Merah berhenti tepat didepan aku dan bang Hengky berdiri, keluar perempuang separuh baya, berambut pirang…. Désolée il n’y a pas place pour vous !!!!! (sambil menunjukkan kursi belakang yang penuh dengan barang-barang) Haaaaaaa… kaget aku dia bebicara seperti itu, karena dari tadi pagi ia sudah menelponku tentang tempat untuk menjemputku. Waduhhhhhh berantakan dech.. rencana untuk mengelilingi Bordeaux siang ini. Malas aku berdebat, kami tinggalkan dia… dengan meminjam computer bang Hengky searching covoiturage berikutnya aku lakukan, Alhamdulillah masih ada,  Sebastian  yang akan berangkat ke Bordeaux jam 14.00 mengkonfirmasi kesediannya untuk menjadi Covoiturage-ku. Inilah hikmahnya… ternyata mobil Sebastian lebih Bagus BMW seri terakhir!!!, dan ia cukup lancar berbahasa Inggris, plus dimobilnya yang mewah ini hanya aku yang menjadi penumpangnya….Allah maha baik ya..

Merci Mes amis à La Rochelle

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar