Rabu, 02 November 2011

PASAR PAGI a la PERANCIS

Minggu, 30 Oktober 2011
Alarm di Handphoneku saling bersautan, baik yang di SAMSUNG maupun yang di BLACKBERRY, aduhhhh berisik sekali…. Ingin kumatikan…kuraba-raba lantai sebelah tempat ditidurku…… tapi tak kutemukan, oh iya semua handphoneku kuletakkan diatas meja (agar aku tak bisa mematikannya). Akhirnya keluar juga aku dari gulungan selimut….
Kunyalakan lampu, alarm di kedua handphoneku, uhhh masih jam 05h25, ngantukkkk….
Tapi pagi ini kenapa jam di mejaku sudah jam 06h25, kucek ulang jam tanganku juga jam 06h25. Lha kok beda…. ini mana yang benar…
Aku bergegas mandi dan menyiapkan sarapan karena hari ini berjanji dengan pak Djoko dkk, untuk pergi ke Pasar Pagi jam 09h00 di MONPLAISIR, karena katanya banyak barang-barang dan sayur-sayuran yang murah. Jam 08h30 aku sudah siap berangkat, aku mampir dulu ke kamar Bayu, karena katanya dia juga mau ikut. Bayu ternyata mengalami kebingungan juga saat meihat jam tangan dan jam di laptop atau di handphonenya, berbeda 1 jam.
Ya sudahlah, kami berpatokkan dengan jam tangan saja, jam 09.00 kami meninggalkan EINSTEIN, karena hari ini Minggu, TRAM dan BUS susah didapat, hanya ada tiap 30 menit. Jam 09h30 kami sudah sampai di Monplaisir, Pasar pagi yang kulihat kemarin di Jardin du Mail hampir mirip, hanya saja disini terlihat lebih ramai, mungkin karena tempatnya terfokus pada satu tempat, sedang di Jardin du mail tersebar.
Hari ini (aku berjanji dalam hati) hanya akan menghabiskan sisa uang koin yang aku miliki ± 6, aku harus berhemat dan tak terbujuk rayu  harga yang murah…. Aku dan Bayu memutuskan untuk mengitari terlebih dulu seluruh bagian pasar, baru nanti kami mencari yang menarik buat kami..
Diputaran kedua, kami patungan masing-masing 2,5 untuk membeli Ayam panggang Makaresh (Marocco) seharga 5yang baunya sangat yummy…. Dan kalau dimakan sendiri bisa buat 3 hari….
Aku juga membeli 1 kg kentang dan parutan wortel/keju serta kain lap yang semuanya serba 1, lumayan hari ini aku hanya menghabiskan 5,5 (Irit……irittttttt…irittttttttt), Puas berkeliling pasar (3x putaran lho…), selama dipasar kami tak bertemu dengan pak Djoko dkk, kemana mereke????

Kulihat jam tanganku 11h30.. laparrr, kami memutuskan untuk pulang ke EINSTEIN. Di tengah jalan kami bertemu dengan pak Djoko dkk, “Mau kemana kok buru-buru pulang? Kan baru 10h30?” Tanya pak Djoko, haa..”sudah jam 11h30 kan pak” jawabku. “Kan mulai semalam seluruh jam di eropa mundur 1 jam!!”  sambung pak Djoko. Ya ampun pantas semua hanphone dan laptop berubah semua, kecuali yang manual….
Karena faktor alam dan geography, perubahan dari musim panas ke musim gugur, maka seluruh Perancis dan Eropa barat, mundur 1 jam dan akan maju lagi 1 jam pada awal musim panas nanti…ohhh
Kami putuskan untuk tetap pulang, laparrrr…Ditengah jalan Mbak Wina menelponku, dia akan mampir ke EINSTEIN tapi dia mau ke MONPLAISIR dulu, jadi baru mampir ± 14h30. Yang paling menyenangkan adalah dia membawakanku NASI UDUK + BAKWAN…..uhhh perutku tambah lapar mendengarnya.
Tapi kalau harus menunggu dia datang,  bisa pingsan cacing-cacing dalam ususku. Apalagi di kantong belanjaanku sudah menunggu ayam bakar makareshhhh yang baunya yummmmmmmmy.
Aku dan bayu, membelah dua bagian ayam bakar makaresh, besar juga ternyata ayamnya padahal tadi kami pilih yang paling kecil. Lumayan masih bisa disimpan sampai dengan besok…Ayam bakar + sambal kecap menjadi menu makan siang kami….waduhhhh tak ada lagi tempat buat nasi uduk.
Jam 14h30, Wina, Cedric dan si cantik Kenza (putrid mereka), datang ke studioku… nasi uduk dan bakwannya aku terima dengan senang hati. Wina dan Cedric, senang melihat studioku yang lebih besar dibanding saat mereka lihat kamarku di Cite Universitaire Belle Beille. Sambil menikmati Air Jahe hangat yang kusajikan, Cedric menjelaskan lokasi toko Cina yang ada di Nantes, karena memang besok aku dan pak Djoko berencana untuk jalan-jalan ke Nates. Luar biasa Cedric hapal betul lokasinya, bahkan sampai harga, lokasi rak tempat makanan Indonesia dia ingat dan dia gambarkan…. Wuisss. Sebelum pulang, Wina dan Cedric mengundang kami untuk merayakan Idul Adha Minggu depan di rumahnya….
Sepulang Wina, segera ku undang pak Sabri, Itha dan Echi, untuk datang ke kamar menikmati nasi uduk dan bakwan dari wina……serbuuuuuuu, walaupun sudah dingin rasanya tetap enakkkkkk, memang paling anak kalau makan rame-rame + udara dingin, apalagi GRATISSSSSSSSSSSan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar