Minggu, 05 Februari 2012

Nyasar ke Utara Perancis



anggita-cinditya.blogspot.com
Selasa, 23 September 2011, jam 12.30 setelah hampir 18 jam perjalanan yang melelahkan, dan perasaan “Jet leg”, akhirnya saya menginjakkan kaki di negeri eropa, di Negara yang katanya menjadi ikon/kiblatnya pariwisata dunia…inilah dia Negara Perancis. Negara yang identik dengan wine, keju, Parfum, makanan yang lezat serta berbagai peninggalan kuno seperti 1001 kastil, maupun gereja-geraja dan bangunan kuno lainnya.

Begitu selesai semua urusan di Bandara Charles de Gaule, urusanku saat ini adalah mencari tiket kereta yang langsung ke Angers. Astaga hampir semua petunjuk dalam bahasa Perancis, Untungnya petunjuk arah SNCF (Société Nationale des Chemins de fer français; "National Corporation of French Railways") terpampang besar dan jelas, sehingga dengan mudah aku menemukan station kereta di Terminal 2D Charles de Gaule. Masuk ke loket SNCF dengan bahasa perancis yang terbata-bata (bermodal bahasa perancis yang didapat selama 3 bulan di CCF jakarta) kupaksakan untuk mencari tahu  akhirnya tiket  TGV (French: Train à Grande Vitesse, Kereta Cepat) jam 15.45 ke ANGERS aku dapatkan tapi aku harus transit di LE MANS.
en.wikipedia.org
Aku diarahkan untuk turun lagi ke voie (jalur) 4, terus terang aku ngak terlalu paham petunjuk yang dijelaskan oleh petugas SNCF. Apalagi ia berbicara cepat sekali. Di Voie 4 sepi sekali orang…..beberapa saat datang TGV, Agak aneh memang, aku langsung menghampiri orang-orang yang akan naik ke TGV tersebut, karena bahasaku “dablek” trus kutanya pakai bahasa Inggris sekenanya “Is it go to Le Mans?” mereka (antara ngerti ngak ngerti) menjawab “Oui…” Langsung kuangkat 2 tas ku yang “segede gaban” ke TGV. Begitu diatas TGV  aku feellingku merasa ada yang salah….ternyata benar, begitu kulihat monitor diatas… Tujuannya bukan ke Le Mans atau NANTES….tetapi ke LILLE- STRASBORG (Berarti aku ke Utara Prancis…Bukan ke Barat/Nantes) oh lala…
Tiba di PARIS NORD jam 18.00,  kembali aku harus berlari ke counter tiket karena menurut Sebastian ada TGV yang langsung ke ANGERS jam 18.45, kupikir aku masih punya waktu 45 menit untuk beristirahat sambil menunggu TGV ke ANGERS, Ternyata perkiraanku salah, TGV yang kupikir berangkat langsung dari PARIS NORD ternyata ada di MONTPARNASEE, yang jaraknya cukup lumayan, Petugas tiket menyarankanku untuk mengambil TGV yang jam 20.00, karena khawatir aku tak bisa mengejar TGV jam 18.45,  namun karena aku sudah janji dengan Wina/Cedric bahwa aku akan tiba pukul 20.30, kupaksakan untuk berangkat juga, ku kejar subway di line 4 yang menuju MONTPARNASEE ya ampun !! ternyata ada 10 gare (station) subway yang harus kulewati untuk bisa sampai ke MONTPARNASEE sedang waktuku tinggal 20 menit, berkali-kali kulihat arah panah jam tanganku,  jam 18.30 aku sampai di MONTPARNASEE, kuikuti tanda arah ke station SCNF, mak…jauhnya, dengan 2 tas besar yang harus terus ku geret….kasihan roda tas besar ku karena kupaksa berlari, belum lagi ada 3 eskalator yang harus kunaiki, ohh.. tanganku gemetar tak kuat untuk mengangkat beratnya tasku, tapi kupaksakan agar aku dapat mengejar TGV 18.45 ke Angers. Di lantai 2 MONTPARNASEE gare ku lihat papan petunjuk arah, ternyata TGV yang ke NANTES via ANGER ST-LAUD di Voie 3….Cepatttt waktuku tinggal 2 menit lagi. Hupp tepat 1 menit aku sudah didepan TGV, langsung kunaikkan tas besarku ke Voiture (peron) terdepan. Alhamdulliah…..Kuseka keringat jagung yang mengucur dari kening dan leherku…. 
Montparnasee
Jam 20.30 tepat…. Matahari sudah lama menghilang….jet leg, lapar, ngantuk bercampur jadi satu…Akhirnya tiba di  ANGER ST-LAUD, sambil menunggu Cendric, kusempatkan menelpon Mme (Madam/ Ibu) MC. BONNEAU (Co-Encadrant S-3 ku). Dia menyarankan  untuk segera menuju ke A la Cite Universitaire di Belle-beille…wah dimana itu. Untunglah tak berapa lama Cedric datang, dia menerima permintaanku untuk melihat terlebih dulu asramaku, setibanya di Belle-beille, kaget juga aku melihat kamar kecil berukuran 9m² yang akan menjadi tempat tinggalku selama 3 tahun…..terutama WC sekaligus shower yang berukuran 1/2m² (jadi mandi hanya bisa berdiri). Hampir mirip dengan kabinku saat di kapal pesiar 7 tahun yang lalu…. Kuterima tawaran cedric untuk menginap terlebih dulu 1-2 hari di Appartementnya.

Objek Wisata di Angers
Hari pertama dan kedua, aku masih tinggal di appartement Cedric/Wina, sambil beradaptasi dan melihat-lihat-kota Angers, sebuah kota kecil yang menjadi ibu kota Maine et Loire terletak 300km barat daya Paris. dengan penduduk sebanyak ± 157.000, dan sebanyak 283.000 hidup di perkotaan. Penduduk local dikenal dengan sebutan “Angervin”[1]
Kota ini sangat terkenal sebagai penghasil buah-buahan seperti Apel dan juga Pear, selain itu juga sebagai penghasil bunga potong segar. Ada banyak objek wisata yang dapat dikunjungi di sekitar kota ini seperti;

Chateau d’Angers
Chateau yang sebenarnya sudah berdiri sejak orang romawi mendiami daerah ini, karena letakknya yang strategis, Namun sejak  Philip II menaklukkan daerah ini maka dibangunlah chateau besar di bagian awal abad ke-13 oleh cucunya, Louis IX ("Saint Louis").
Chateau d'Angers
Chateau dAngers terlihat  sangat kokoh dan megah, dengan luas 600 m (2.000 kaki), yang dikelilingi oleh tembok besar  dan 17 menara besar yang masing-masing tingginya 40m namun kemudiandipotong untuk penggunaan artileri, Tour du Moulin satu-satunya menara dilestarikan ketinggian aslinya, dinding chateau meliputi 6,17 hektar (25.000 )[2]. Dua pasang menara disisi pintu masuk utama.

Dari depan chateau kita dapat melihat dengan leluasa melihat bagian seberang sungai “La Maine” termasuk bangunan-bangunan menarik seperti le Quai Forum des Art Vivants, Eglise de la Trinite, Hingga Musee Jean Lurcatet. Dan tentunya Pont de Verdum jembatan utama yang memisahkan dua bagian kota ini.

Katedral St.Maurice
Katedral yang berada ditengah kota Angers dan hanya berjarak beberapa ratus meter dari Chateau d’Angers, Gereja ini dibangun atas prakarsa pendeta Normand de Doué  dan Guillaume de Beaumont, di tahun 1032.
Cathedral St.Maurice
Gereja dengan arsitektur gothique ini sangat mudah dikenali dari dua menaranya yang tinggi (90,47m)[3]menjulang, mungkin menjadi bangunan tertinggi di kota Angers. Dan jauh ke bawah kita akan melihat ‘’esplanade du port Ligny’’ sebuah taman air mancur yang indah berada dipinggir sungai la Maine.

Maison d'Adam
Maison d'Adam
Tepat di belakang katedral  kita bisa menjumpai The House of Adam, juga dikenal sebagai rumah dari Adam dan Hawa dan Pohon Kehidupan, adalah sebuah rumah setengah kayu, yang berada persimpangan dari jalan Montault Place Sainte-Croix di jantung kota Angers, Bangunan ini adalah kesaksian dari warisan arsitektur abad pertengahan masih ada saat ini, sejak dibangun sekitar tahun 1500.[4] Kita juga dapat menemui beberapa bagunan serupa di Rue de l'Oisellerie.

Place Raillemment
Place Raillement
La Place du Ralliement adalah sebuah tempat menjadi titik pertemuan (meeting point) bagi hampir seluruh masyarakat Angers sehari-hari, sebuah lapangan besar yang berlantai semen dan tepat didepannya berdiri megah Gedung Grand Theathre, yang juga sering menjadi galerie d’exposition, Masih disekeliling La place du Ralleiment, kita bisa menjumpai pertokoan terkenal dan terbesar di Angers yaitu galleries Lafayette, serta beberapa perokoan lainnya seperti: Tati, Nature et Découvertes, Bata, Fnac Eveil & Jeux, Eram, dan juga beberapa cafés dan restaurants

Kota Tanpa Macet dan tanpa mengenal ‘’Jam Karet’’
Beda jauh dengan Jakarta, yang tiap hari harus stress menghadapi kemacetan, dan polusi dari asap knalpot kendaraan umum yang ugal-ugalan.
Dikota ini, lalu lintas sangat teratur dan kendaraan sangat minim sekali mengeluarkan limbah timbal yang berat, Selain itu orang lebih suka menggunakan transportasi umum, mulai dari bus dan tram yang sangat nyaman dan terintegrasi, perusahaan Irigo yang merupakan anak perusahaan  keolis, menjadi satu-satunya  pengelola transportasi di kota ini sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan penguna jasanya.
Bersepeda

Semua moda transportasi ini sangat terintegrasi, dan jadwal kedatangan dan keberangkatannya terlihat di setiap halte bus/tram dan sangat ‘’on time’’. Kalaupun meleset paling lama 2menit !!! tidak seperti di Indonesia yang bisa meleset >1jam
Ada 13 jalur bus yang melayani lalu lintas di dalam kota, dan 12 jalur yang menghubungkan dengan daerah pingiran kota Angers, bus dan tram beroperasi mulai dari subuh hingga tengah malam[5].Tiket sekali jalan harganya 1,40E, yang berlaku untuk 1,5 jam,  namun jika anda menggunakan Karcis berlangganan anda cukup membayar 38E per bulan dan bisa sepuasnya menggunakan semua moda trasportasi tersebut.
Yang sangat patut ditiru adalah dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah kota Angers, untuk mengalakkan transportasi bebas polusi, yaitu bersepeda. Hal ini dapat terlihat dari fasilitas penyewaan sepeda yang ‘’Gratis’’ , Jadi jangan heran jika anda akan melihat banyak sekali orang yang menggunakan sepeda dijalanan, bukan itu saja, jalur khusus sepeda sangat teratur dan rapih sekali sepanjang jalan-jalan utama di kota Angers.

Parkir Sepeda depan kampus

Kota Mahasiswa dan Pelajar
Di kota Angers ada ±26.000 orang mahasiswa/i yang sebagian berasal  kota-kota diluar  Angers, mereka  belajar di dua universitas besar, yaitu;  Universitas Katolik, atau Université Catholique de L'Ouest (Universitas Katolik Barat, atau UCO) , dan Universite d”Angers, Selain itu juga memiliki beberapa sekolah menengah atas (lycées)[6].
 
video
Jadi jangan heran kalau hari jum’at sore and melihat begitu banyaknya mahasiswa yang berangkat ke kampus dengan membawa koper-koper besar, sehingga setelah selesai kuliah mereka akan segera menuju Stasiun kereta, untuk berlibur atau pulang ke kota-kota disekitarnya. Saya sempat menanyakan ke salah satu mahasiswa yang membawa tas besar saat kembali dari kota asalnya..”Tas nya besar sekali, kan liburnya hanya dua hari (Sabtu-Minggu)?” jawabannya sangat lumrah bagi anak-anak kost, “isi tas ini adalah pakaian kotor yang akan dicuci dirumah orang tua, dan kembali ke asrama sudah dengan pakaian bersih”

Pasar Loak a’la Perancis
Hobbyku mengenal suatu tempat yang baru, membuatku memiliki kegemaran keluar masuk pasar tradisional. Di Angers (± 300 km barat Perancis), pasar tradisional menjadi tempat yang menyenangkkan untuk menghabiskan hari liburan Sabtu dan Minggu. Apalagi kebersihan dan warna warni aneka barang jualan langsung menyergap mata dan mengundang rasa ingin tahu kita.  Inilah beberapa hasil kamera poketku tentang  suasana pasar yang letaknya berada dijantung kota Angers, Le grand marché du CENTRE-VILLE (place Leclerc , place Imbach)
Pasar ikan
Pasar-pasar disini sangat terorganisir dan dikelompokkan dalam katagori barang yang di tawarkan mulai dari kelompok sayur-mayur dan buah-buahan, kelompok pakaian dan textil, kelompok daging, dairy (susu, keju,youghurt) dan ikan termasuk juga seafood. Dan yang paling berkesan adalah kelompok barang bekas. Semua kios hanya beratapkan terpal biasa atau bahkan tanpa atap. Pasar tradisional yang saya kunjungi setiap hari Sabtu ini adalah pasar yang paling besar dari  pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Angers - Loire dept (setingkat kecamatan). Di sana, para pedagang cukup menggelar dan mempertontonkan dagangannya di lapangan besar Place Lecrec dan Place Imbach yang tepat berada di pusat Kota Angers..
Dipasar tradisional ini, Jangan berharap dapat membeli jajanan pasar atau gorengan,yang bisa makan sambil berbelanja layaknya di Pasar-pasar di Indonesia. Disini tidak mengenal junk food, kalau pun ada fast food yaitu kebab, sisanya hanya Banquette (roti pentung a’la Perancis) sandwich.
Selain semua bahan pangan, seperti biasa, pasar tradisional juga menjadi tempat berjualan benda-benda sandang, tetek bengek kesehatan tubuh dan kulit, dan tentu saja perangkat kecantikan.

Belanja buku-buku bekas


Dan yang paling menarik bagi saya adalah mengunjungi bagian pasar yang menawarkan barang-barang bekas, (jadi ingat pasar loak di Taman Puring –Jakarta) disini dijual berbagai macam barang, mulai dari buku bekas, peralatan dapur bekas, peralatan pertanian, pakaian, CD/DVD/Piringan Hitam, meja, kursi alat elektronik sampai dengan barang-barang antik… Jadi jangan kaget kalau disini barang bekas yang menjadi koleksi  bisa harganya beragam mulai dari 1 euros hingga 500euros


Oh ya, jangan marah jika menyaksikan gaya penjual Perancis yang galak dan cuek. Prinsip mereka “Take or leave it” Misalnya: saat, kita sedang asyik memilih dan menimang barang, ketika kita bertanya harga, tiba-tiba si penjual sibuk berbicara dengan temannya, kita akan di cuek-in, beda sekali dengan di pasar tradisional di Indonesia yang penjualnya kekeh, bahkan kadang-kadang dibubuhi bualan… saat menawarkan barang dagangannya. 

Minggu – Senin, Toko-toko Tutup!!
Minggu Tutup lho...
Agak aneh memang terdengar, tapi memang itulah yang terjadi, tiap hari Minggu sebagian besar  (bahkan hampir semua toko) diseluruh kota Angers, sangat berbeda dengan di Indonesia, dimana hari minggu adalah hari yang ditunggu oleh para pemilik toko, karena hari minggu biasanya jumlah pembeli semakin banyak. Begitupula dengan hari senin, hanya beberapa toko saja yang buka, tapi untungnya toko-toko yang menjual makanan hanya tutup hari Minggu saja.
Satu lagi jangan kaget kalau anda akan ditolak mengunjungi toko atau Bank, saat jam makan tiba (jam 12.00) anda akan diminta untuk menunggu sampai selesai waktu makan siang, jam 14.00 (lebih lama 1 jam disbanding di Indonesia).













[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Angers
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Chateau_d’Angers
[3] http://fr.wikipedia.org/wiki/Cathedrale_Saint-Maurice_d’Angers
[4] http://fr.wikipedia.org/wiki/Maison_d’Adam
[5] http://fr.wikipedia.org/wiki/Angers

[6] http://en.wikipedia.org/wiki/Angers

2 komentar:

  1. excusez-moi, saya elita. Saya berniat untuk melanjutkan kuliah di Prancis. Saya ingin bertanya beberapa informasi tentang kuliah di Prancis. Mumpung Pak Asep sedang di Prancis.
    1. Bagaimana kehidupan orang Indonesia di Prancis? Terutama bagi perempuan muslim
    2. Syarat apa yg harus dipenuhi untuk mjd pelajar Prancis? saya dengar sulit untuk mendapat izin tinggal disana
    Merci ^^

    BalasHapus
  2. elita...coba saja hubungi CCF di Jakarta, pasti infoprmasi yang anda perlukan tersedia lengkap disana. Setau saya tidak ada masalah bagi wanita muslim untuk tinggal disana, karen Perancis adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama

    BalasHapus